blog*spot
get rid of this ad
Sajak-sajak Cinta Agustinus "Onoy" Wahyono
Thursday, December 14, 2006

POLIGAMI

ini persoalan?
bukan.
ini pilihan pribadi
zinah selingkuh jadi dalih

16 tahun nenekku menjanda
usia beliau sekitar 80 tahun
Anda berminat memperistrinya?

hubungi : 081328704184

agustinus sisipkan jam 2:24 PM.




Saturday, April 16, 2005

GARIS-GARIS dan SIMPULAN

dengan apakah kauhubungkan
garisgaris menjadi simpul
seperti sebuah simbol?

lantas kenapa kemudian
kausangsikan letak simpul kesepakatan?

sedang aku telah tertawan dalam simpulan
tak susahpayah lagi jelajahi jalinan garis

tapi kaukira aku sedang berkomplot dengan excel
himpun volume, koefisien, bahan, pelaku, durasi dan lainlain
proyek manajemen demi singkirkan simpulan
khianati kesepakatan

*******
9 april 2005



THE BACHELORETTE

*
the bachelorette terpa layartelevisi
bertanya, kaukah kekasih idaman hati
diantara para pendamba cintasejati

**
dari negara yang suka mengadaada
kami boyong pelukan dan kecupanmu
entah demi ilmu pengetahuan
apresiasi budaya sebuah cintakilat
buat tiruan seperti benteng takeshi
sekadar hiburan sesaat
ataukah adopsi agar disebut trendi
berlanjut setelah setangkai mawar disematkan
di dada pria pilihan hati sang perawan

***
the bachelorette masuk agendabujang
mencari, cara dekati atau tarik simpati
aksi kasih sejati atau aksi kasih imitasi
rendahhati sang terpilih
atau sakithati sang tersisih
cinta tulus suci atau seni peran saja

: semoga jadi abadi, tak cuma di televisi

*******
9 april 2005



MELUPA

mungkin kau ingin menjadi lucy whitmore *
melupa kemarin, juga cinta kemarin
hari ini adalah hari ini
kemarin entah ke mana ingatan pergi
esok pun akan lupakan hari ini
pertemuan berulang menjadi kebaruan lagi
“namaku lucy whitmore,” di hari ini
“namaku lucy whitmore,” di esok hari
pada seseorang tiada berganti
lalu kecupan keduapuluhtiga
selalu terasa bagai kecupan pertama

“tak ada yang mengalahkan kecupan pertama,” katanya
hari ini, dan besok demi besoknya begitu juga

atau kau ingin seperti henry roth **
pecinta unik kendati hanya tokoh ilusi
dan berkata, “cinta adalah kata yang berat.”
lantas memeras gagasan baru saban hari
demi bincang dengan sang pelupa

maka aku teringat
bahwa kau selalu ingin menjadi tokoh utama
dalam setiap film yang kau saksikan
bagaimana kau tibatiba merasa diri protagonis
tanpa sepengetahuan sutradara, produser, penulis
sebab aku bisa menangkapnya
dari cerah air muka dan binar bola matamu
tapi kali ini kau benarbenar ingin melupa
waktu seperti membatu
angka almanak seperti mati di situ
“siapa namamu?” tanya setiap jumpa
pada satu orang kemarin atau kemarinnya
meski kau bukan lucy whitmore

*******
babarsariyogya, 28 maret 2005

* & ** Tokoh dalam film “50 First Dates”.



PENJARA RINDU

setelah saksisaksi asmara membuktikan
aku terlibat persekongkolan perasaan
maka, oleh pengadilan cinta
aku dijatuhi hukuman kasihsayang
dan dijebloskan dalam penjara rindu

*******
babarsariyogya, 19 maret 2005



PLAS!

engkau kuhapus
dari hadapanku

plas!

*******
9 maret 2005



ISTRI

istri bukan dagingtumbuh
dia tulangiga

********
babarsariyogya, 2005



KENAPA AKU CEMBURU

entah kenapa aku cemburu
kala kau kisahkan jumpamu
dengan lelaki bermatanafsu
memasang jebakan kelambu
demi sesuatu kelak jadi malu

barangkali benar katamu,
aku sayang padamu
dan kau merasakan itu

tapi kenapa nekat cemburu begitu
bukankah diantara kita tiada belenggu
kau bebas berpikir dan berlaku
aku pun begitu, semauku

benarkah sayang boleh cemburu
kata orang, cemburu tanda tak mampu

*******
bumiimaji



HUJAN

hujan menggambar rautmu
di jantungku

*******
bumiimaji


JUMPA KANGEN

kala kukenang jumpa kita
kangen tibatiba gedor dadaku

*******
bumiimaji



MUNGKIN

mungkin kini aku tengah jatuh cinta

*******
bumiimaji



Nasehat untuk Adikku (1)

kaurubuhkan mimpisubuhku
keruh pandang jalanmu lumpuh
paksa istirah pecah ditabuh

maka kausuguhkan kisah
keluhkesahmu pada keadilan
keperempuananmu dirugikan
kau bilang palu lahap suap
pulangkan dirimu berbekal tanya
ketidakpuasanmu lantas ajak aku
bersolidaritas dalam persaudaraan

kauruntuhkan batu pijakanmu
runtuhlah langit narsismu
terkapar di pelataran keluarga
bahwa mimpimu adalah serakah dan angkuh
namun sesungguhnya realita itu musuhmu

maka kautangguhkan perjuangansemu
urung kibarkan panji perlawanan
meski kekecewaan terselip di saku jiwamu
suruh aku kembali bermimpi
larungkan penat labuhkan tubuh
namun aku justru bertanya: ada apakah
rupanya keperempuanan hanyalah kedok
tutupi sengketa cintabuta
pesta para suami yang mendua
derita para istri yang mencinta

kubagikan saja mimpiku padamu
cinta yang cinta
solidaritas yang sesungguhnya
bukan ambisi narsismu
bukan ambivalensi narasimu
: jadilah manusia yang manusiawi

*******
babarsariyogya, 21 februari 2005


Nasehat untuk Adikku (2)

narsis overdosis
egois overdosis
arogan kebablasan
kemayu kelewatan

selalu minta didengarkan
nasehat orangtua ditinggalkan
mudah menolak mentahmentah
susah menerima diri punya lemah

seperti pepatah:
buruk rupa cermin dipecah
jatuh dalam jeratsyahwat bersama suami orang
masih saja menuding orang lain sebagai biang

: sampai kapan engkau akan begitu, sayang?

*******
babarsariyogya, 25 februari 2005



Nasehat untuk Adikku (3)

adikku sayang,
lakilaki beristri tapi gemar bertualang
bermain api dengan selain istri
hanya butuh tubuhmu sebagai tungku
bakar habis amukan badaibirahinya
kemudian dia akan pergi darimu
kembali ke rumahnya karena kewajiban
atau bertualang lagi karena ketagihan

adikku sayang,
lakilaki itu meski telah beristri beranak
bisa bermuka dua tanpa bercermin sejenak
menjadi sosok dewasa nan bijaksana
pahlawan bagi seisi rumahnya
tapi juga menjadi kanakkanak
merasa tualang sebatas permainan
bila bosan pergilah dia ke tempat lain
atau pulang karena istri jadi ibunya

adikku sayang,
berhentilah memuja belai kasih
berbaur liar birahi buas memangsa jiwa
sebab pemujaan itu perbudakan
kau kira kasihsayang telah dihadiahkan
tapi ternyata kau cuma obyek tualangjalang

adikku sayang,
berhentilah mencari belai kasih
seperti musafir dahaga di padang pasir
padahal kau terjebak di belantara jiwa
dihuni srigala berbulu gembala

adikku sayang,
kau jauh dari para penjaga
lakilaki tualang suka menyamar
seperti penjaga dambaan jiwa
berimu perhatian serta sejutapujian
kasihsayang seolah memelukmu
terlena dirimu, terlelap dalam buai buaya
lantas kau dilahap bulatbulat
bila bosan dia akan tampilkan sejatinya
status suami dan ayah jadilah alasanutama
padahal api birahi tengah membakar lainnya

adikku sayang,
segera ambil peta dan kompasmu
lihat di mana matahari terbit terbenam
tandai jalanjalanmu sebagai peringatan
agar kelak kau sampai pada keluhuran

adikku sayang,
ini nasehat terakhir sebelum aku menyingkir
jauh darimu, demi diriku menjadi adanya
sadarilah, hidup hanya sekali
umur tak bisa mundur
tenaga bisa kendur
raga pun luntur
selera lakilaki sering pada segarbelia
dambamu ketulusan kasihsayang jadi bumerang
bila kau boros diri, meranalah masatuamu

*******
babarsariyogya, 28 februari 2005



UNTUK APA

rembulan menggigil sembunyi
seorang perempuan menculik
menodong beberapa lakilaki
dengan senjata:
for love or money 2

the power of love, or
the power of money

keagungan cinta
puncak penciptaan: perempuan
ataukah pesona uang
: duajuta dolar amerika

harkat diri tak lagi dipeduli
meski sakitluka hati ditoreh bulan
menolak bukan menyakiti
di hadapan jejuta mata
demi cinta, ataupun demi harta

pengorbanan, ketulusan, kegigihan
tebalmuka, manismulut, hangatlaku
pada akhirnya keberuntungan itu utama
ataukah sesungguhnya jodoh seperti judi?

*******
babarsariyogya, 22 februari 2005

agustinus sisipkan jam 12:34 AM.




Saturday, February 19, 2005

Waktu Tak Lagi Membatu

Langit legam
Bulan kelam
Lampujalan buram
Rintik menggelitik
Rodaroda sanasini
Keretaapi berlari
Kakilima menanti
Gesang menyanyi
Payungmerah basah
Piring terancam
Pecel tahubacem

Empatkali jumpa
Batuwaktu pecah
Masalalu kenang
Kini merindu
Masadepan khayal
Kasihsayang untukmu
Sukses selalu
Doaku bertalu

*******
joglo, 17 februari 2005

agustinus sisipkan jam 2:00 AM.




Wednesday, February 16, 2005

Pelangi itu Telah Hilang

malam itu kau bilang,
"aku ingin melihat pelangi."

kalimat terakhir setelah kubiarkan
kau gugat aku dengan tanya
"kok tidak menyapa aku?"
lalu ngomong iniitu
yang kujawab satukata satukata
serta lama kubiarkan tanpa kata
kau tutup dengan ucapan selamat

bukan cuma sejak malam itu
bukan lantaran seseorang di sampingku
aku sudah tak tertarik pada katakatamu
katakata kosong tercurah percuma
tak jauh beda dengan yang dulu

malam itu kau ingin melihat pelangi
silakan, silakan, silakan
cari saja, lihat saja
tak usah bilang pun, tak masalah
aku bukan siapasiapa
juga bukan pemilik pelangi itu

atau sebenarnya,
kau hendak ingatkan sebuah kenangan ?

beberapa malam lampau pelangi telah dibawa
parakelelawar kabur entah ke mana hingga
tak akan kembali lukis longitudo cakrawalaku lagi

*******
babarsariyogya, 2005

agustinus sisipkan jam 4:48 AM.




Saturday, February 12, 2005

Si Cupid Mondar-mandir di atas Monitor

si cupid mondarmandir di atas monitor
sesekali menengok pengguna internet
menerjemahkan bahasa wajah
sesekali menjenguk tayanganlayar
membaca apa yang sedang dibuka

si cupid mondarmandir di atas monitor
memegang busur dan anakpanah
hati sepi atau jiwa tualang adalah target utama

*******
babarsariyogya, 2005




Guratan Pecah di Gebyar Pelangi

ada guratan pecah di gebyar pelangi
kala kepingan kasih dari pepuing rasahati silam
kita punguti, kumpulkan, susun
seperti sedang diburu laju sang waktu

ada guratan pecah di gebyar pelangi
menerjuni angkasa, langitlangit
menyerbu, menyerang kemeriahan jiwa
bersatu menjadi beribu tanya
laksana anakanak panah

kulihat mereka melayang ke arah kita
satu dua tiga dan seterusnya

mana perisaiku
mana pedangku
untuk menangkis
untuk menghadang
untuk mematahkan
tanpa elak, hindari kenyataan

ada guratan pecah menjadi anakanak panah
menerjuni angkasa, menghujani kita
tapi kulihat kamu terus melangkah
bahkan berlari sembari bernyanyi ceria
berputargirang, menaririang
kelilingi aku masih tercengang di naung gebyar pelangi

*******
babarsariyogya, 2005



Panah Cinta

panah cinta menembus dinding dinihari
menghujam jiwaku dalam buaian mimpimisteri

*******
babarsariyogya, 2005



Rinduku Mengalir pada Peta Butamu

harus kularung ke manakah
rinduku padamu
sedang letak lautmu tak terpeta
hanya anakanak sungaimu
pasang, surut
mengalir, mengering

harus kujawab bagaimana
kejujuran rinduku
sedang dirimu datang tergantung gelombang
muncul, tenggelam
bernyanyi, bersembunyi

andai tak kuhirau serakparau ombakmu
kelak kaubilang diriku ini cuma angin
hembuskan hasrat lalu lenyap
hembus lagi, hilang lagi
perasaan jadi permainan

andai terus kutunggu hingga petamu nyata
harus sampai berapa lama lagi aku menanti
berhenti alirkan seluruh rinduku pada peta butamu ?

*******
babarsariyogya, 2005

agustinus sisipkan jam 6:06 PM.




Wednesday, February 09, 2005

Yang Terindah
: kado valentine dari Aang untuk Ade

kurasa diriku masih lelap dalam mimpi
dari getaran senar gitarku di pasar remaja
kemudian kecupan kening di gemericik sungai
mengalir kemilau senja di pantai airtawar
hingga memijar fajar di lapangan gazebo
terukir indah dirimu pada pualam hatiku
liukan lembut rambutmu. teduh tentram tatapmu.
sentuhan syahdu bibirmu. semerbak wangi tubuhmu.

maka saat di nun jauh aku dirundung rindu padamu
kulihat langit, dapati dirimu dengan sekuntum senyum

yang terindah adalah cintamu, duhai dermaga jiwaku
the love you keep inside
the love you keep for me
*

*******
babarsariyogya, 8 februari 2005

*) secuil lyric sebuah lagu sayba










agustinus sisipkan jam 3:21 AM.





Tidak Merah Jambu

langit
matahari
rembulan
atasku
tidak merahjambu
tidak seperti
langit
matahari
rembulan
atas mereka

langit
matahari
rembulan
atasku
legamgelapgulita
hitamkelammerata
namun hatiku rasaku
semburat merahjambu
terukir namamu

*******
babarsariyogya, 8 februari 2005

agustinus sisipkan jam 3:20 AM.




Friday, February 04, 2005

Sayap-sayap Senyap
: pesanan adikku untuk pria kesayangannya

surya timur belum melulur lawu
senandung unggas liar riang semarak
berpadu suarasuara hewan ternak
derap langkah orangorang menuju sawah
ditingkahi tarian bebatang padi bergelayut embun
meriahkan awal hari di dusunku

donal bebek darimu, hadiah harijadiku
masih pulas dalam dekapanku
si pinky tergolek di sisiku, menanti kecupan hangatpagi

aku belum ingin pergi dari mimpi,
mimpi yang (nyaris) sempurna
tentang kemarin, semua tentang kita
harihari selagi kamu rajin kunjungi aku
dengan sekuntum senyum dan pesan singkat
lebih semarak daripada suasana pagi di dusunku
bahkan meski jumpa kita seperti tom and jerry
tapi saat bersamamu sungguh bahagiakanku

ah, mimpi ini,
bagai jemari terlatih membuka lipatanlipatan
kejadian lampau terpatri dalam lempengan emas jiwaku
temani aku kala kulena kala kulelap
setelah lelah terjemahkan diam jejakjejak tanyamu
di manakah aku telah berpijak, tinggalkan diri yang dulu

surya timur perlahan mendaki lawu
hangat telapak tangannya mengusap pipiku
gugah nyenyakku lewat jendela kamar
singkirkan mimpi ini, ingatan itu
suguhkan sarapan
seloyang bayang dirimu
tegar berdiri, segar berseri
sembunyikan jawaban, risaukan renungku

o bayang dirimu
menyengat jiwaku
menyulut rerimbun sekam rindu
seketika aku bangkit, berlari menuju cermin
untuk bersolek, songsong dirimu

ah, masihkah mimpi kala kulihat cermin
terbelalak dan ternganga
: sosok selma karamy terjelma
dia bukan aku !
aku bukan dia !
namun rerimbun rindu sematkan sepasang sayap di punggungku

sepasang sayap, o sepasang sayap
seret sukmaku ke jendela, ke luar ruang sadarku
(sebab aku bukan boneka, kaku, bisu dan mati)
libasan angin sunyimu lambungkan diriku
tinggi
lebih tinggi
makin tinggi
terus tinggi lagi
t
i
n
g
g
i
i
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii sekali
menuju awan yang memayungimu
di bawah pijarpijar surya timur
di antara puingpuing puisi sang nabi

o sang pesona yang sudah sulit kusentuh
di manakah kini bawa jejuta jawaban
tentang perahu rindu yang ‘kan berlabuh
di dermaga manakah
tapi kamu terus saja diam, simpan jawaban
- - - ada apa denganmu

sementara sayapsayap rinduku masih mengangkasa
terombangambing permainan angin sunyimu
entah sampai kapan ‘kan mendarat pada realita adamu
bukan sekadar impiansepi

andaikan sayapsayapku patah
terhempas kembali di kaki lawu,
mungkinkah telah dapat kugenggam seluruh jawabanmu

***
februari 2005

[kurangkai aksara ini sembari dengar lagulagu Peter Pan dan ingat satukarya Kahlil Gibran]



Jumpa Pertama

maaf kala jumpa pertama
kusengaja berpurapura
dengan keminderan pemula
sampai seperti sesali diri
dan kau nasehati aku
seperti peri bersayap merpati
tentang hakekat diri
tentang hargai kreasi

namun kemudian kau sewot
seperti fidel castro kebakaran jenggot
ketika kuungkapkan
sejauh mana jejak imajiku
melintasi jalanjalan terjal
menuju puncak adikarya intelektual
meski aku terhenti di telapak kakinya

hingga saat aku hendak menjelajahi
pecahanpecahan pelangi kotamu
hendak punguti pesonamu
menggenggamnya eraterat
tetapi kau keberatan
teringat jumpa pertama
seperti seupil trauma
kau sangka aku kembali dusta
kau marah
aku mandah
berakhir di ujung nadir

jumpa pertama dan jumpa tak jadi
sesahkan langkahlangkah
mengentah arah

maaf, kita sudah tiba di mana?

*******



Kecanduan Kecupan

masih lekat terpahat dalam ingatan,
kau (gadis kota) ajarkan aku (pria desa)
terbiasa bersapa denganmu berbumbu kecupan
bak kerinduankerinduan sepasang kekasih
yang berlaksalaksa warsa dilerai
oleh amukan sejuta topan badai
berderaiderai tak bertepi
tenggelam dalam dasar samudera kesepian

masih kuraba perjalanan abstrak
melalui jembatan imajinasi
sebab kecupan kian menjadi candu
menagih diri kita, seluruh rasa kita
tersihir menuju sentuhan yang lebih
yang entah sampai kapan merintih
getarkan sendisendi semadiku
kesunyian yang selalu menemaniku

masih kudamba kesejatian kasihsayang
tak sekadar kecupan atau sentuhan
apalagi antara aku dan kau belum bersepakat cinta

*******



Tak Usah Sesali Layang-layangku

telah kau terbangkan layanglayangku
tinggi, layari langitlangit mimpi orangorang
di bawahnya, bungabunga menyeruak
merekah meriah
hingga semburat senja mengusap pipipucatmu
jemarimu lekas lepaskan benang
kau berlari sembari bersenandung riang
bergirang lincah tarikan langkah

layanglayangku ke segala arah
hinggap di pelabuhan awan satu
terbang lagi
hinggap lagi pada pelabuhan awan lainnya
terbang lagi
hinggap lagi
terbang lagi
hinggap lagi
terbang lagi
entah kemana angin akan melesakkannya
sebab kau telah tak pedulikan lagi

seketika terbukalah mataku
menatap pada layanglayangku
menoleh pada bayangbayangmu

senyap sudah senandungmu
lenyap pula senja di ujung jejakmu

: tak usah sesali rencana yang belum usai

*******



Garis-garis Misterius

tak ada yang pernah tahu
tibatiba garisgaris membentuk tegaklurus
pada depa papan berkertas kotakkotak biru

melintaslah matahari
menetaslah rembulan
di atas atap
diantara canda renyah
hingga garisgaris diri singgah
pada depa papan berkertas kotakkotak biru

ada garis di kening
melengkungkan alis
menjelma tandatanya
garisgaris seriuskah?
garisgaris isengkah?

tak ada yang pernah mengerti
-- kesepakatan mendahului dialog hati
tibatiba garisgaris membentuk misteri
pada pesanpesan menyapa sunyi
sampai terjawab di serambi mimpi
-- mimpi perih terlalu dini
: diamlah ‘pabila tiada arti

maka jelaslah kini
bahwa garisgaris sudah berhenti
tinggal goresan senyap membekap bibir
menjinakkan jemari di balik tabir
meski tiada yang pernah mengerti
justru itulah yang benarbenar terjadi

biarlah garisgaris itu misterius
bersembunyi dalam genggam kebisuan

*******



Perpisahan Denting Piano

denting piano menggiring gaun pengantinmu
gugurkan dedaun reranting kelopak kering
terpelanting, terbanting, terbaring
menutup jendela pintu lapuk
mengatup bibir batin antara kita
mengunci gerbang matahari
tinggalkan angin bergetar
menampar dinding beku

kau tertegun
aku terngungun

sejak itu kesunyian menjurang
kebisuan bahasa
berbondong membopong mata
merongrong kerongkongan kosong
memberondong telinga menganga

benarbenar datar angin gemetar
benarbenar dingin piano berdenting
hening
bening

sirnalah sinar pualam senyummu dulu
pudarlah pelangimu
lenyaplah liuk lenteramu
gelaplah gelap pemisah suara aksara, bahasa kita

gaun pengantinmu bergeming
diantara dentingdenting piano

*******
babarsariyogya, 2004



Lesung Pipit Hatimu

ada keindahan yang melebihi pelangi
menelikung sajaksajakku
menjadi debardada gelisahrasa

lihat lesung pipitmu diukir senyuman
berhias bahasa hati, menyejukkan
bergirang kidung kekanakan
raja daud raja imut
kingkong badannya besar
kereta api surga

ada cermin batin di hadapanku
tergambar diri menghindar amanat iman
ingin menjadi serupa siapakah

aku lelaki melupa takdir
lemah diri, merasa perkasa
namun bila kusadar diri pecundang
sudikah kamu jadi penolong bagiku
seperti titah awal kejadian maha karya-Nya

*******
babarsariyogya, 2004



Harapan dalam Secangkir Sunyi

kau tuangkan harapan
dalam secangkir sunyi
‘tuk legakan dahaga rinduku

***
bumiimaji, 2004


agustinus sisipkan jam 2:41 AM.




Monday, September 20, 2004

Cintamu ya Cintamu, Agamamu ya Agamamu

Kawan,
Aku salut pada kejujuranmu
Kecerdasanmu
Sekaligus aku heran, Kawan

Oh ya?

Kau kok bisa bangga nulis
Tentang akhlakTentang suci
Tentang gaibTentang Sang Maha Penyayang, Sang Maha Setia
Dan,
Dengan bangga mengaku punya kekasih gelap
Seseorang selain kekasihmu yang semula kau banggabanggakan
Bukankah itu pengkhianatan?

Aku terkejut, Kawan !

Kawan,
Bicara tentang agama,
Tentang kesucian,
Memang mudah
Kau memang fasih sekali
Tapi,
Sekali lagi tapi…
Bagaimanapun, bagiku, apalah faedah
Semua pemahaman
Semua teori
Semua isi otak
Muatan seabrek dalam tempurung kepala
Jika ternyata kau tak kuasa mengendalikan keliaran jiwa tualangmu
Berlari laksana kuda binal naik birahi
Tambah pasangan demi mencari sesuatu atau kepuasan tertentu
Atau bagaikan anjing betina di musim kawin
(Kasar ya? Pengkhianatan itu kejam, tahu!)

Sungguh,
Belum juga kau menikah dengan kekasihmu,
Di lain saat kau membuka jendela untuk orang selain kekasihmu

Kenapa bisa begitu, Kawan ?
Apakah bagimu penyelewengan emosi semacam itu bukan suatu pengkhianatan?

Bagaimana kalau kalian telah menikah,
Melangkahi angkaangka tahun yang penuh kenyataan
Dan ketika kejenuhan semakin memperkeruh jiwa tualang ?

Coba, kalau berani, kau ungkapkan pada kekasihmu
-- Seperti dengan bangga kau kisahkan padaku --
Bahwasannya kau memiliki kekasih gelap
Apakah kekasih terangmu akan senang mendengar pengakuanmu ?

Kawan,
Bagaimana pula andai kekasih terangmu pun menyimpan kekasih gelap, lalu ia mengakui hal serupa?
Apakah kau akan berbahagia serta bangga pada kekasih terangmu tanpa secuil api cemburu?
Apakah tidak masalah jika kekasih terangmu pun punya selingkuhan ?
Ah, jujurlah, Kawan…

Kawan,
Kau pasti menilai agamaku adalah kafir atau syirik atau bidah,
Sehingga pemahaman tentang cinta pun kau nilai tidak bermutu
(Aku pun bisa menilai agamamu itu payah, kan ? --- soalnya, ada orang yang menilai agamaku dengan kacamata agamanya sendiri, padahal aku juga bisa menilai agamanya dari kacamata agamaku)
Tapi, maaf, apalah arti penilaianmu jika ternyata kau masih membiarkan keliaran jiwamu melukai, mengkhianati hakikat cinta sejati dari Sang Maha Pengasih, Maha Adil, dan Bijaksana
Dengan penuh kesadaran kaupersembahkan jiwamu pada perselingkuhan maya
Yang sama sekali bukan tindakan bijaksana, adil, dan penuh kasihsayang

Kawan,
Di lain pertemuan kelak,
Tak usah lagi bicara soal Kebenaran Agama dan Tuhan padaku,
Sebab,
He he he…
Kau pasti hafal pada nama Adam dan Hawa, kan?
Nah, coba kau renungi baikbaik sebelum merasa diri paling beragama
Sejak semula, menurut suatu agama, manusia diciptakan hanya Adam dan Hawa
-- tidak ada Sri, Inem, Atun, Zaenab--
Adam tidak pernah mencintai perempuan lain atau hewan selain Hawa,
Hawa tidak pernah mencintai pria lain atau binatang selain Adam

Bagaimana, Kawan ?
Masihkah kau akan membela dirimu bahwa perselingkuhan maya adalah sahsah saja ?
Barangkali kamu bilang kekasih terangmu itu kurang begini kurang begitu
Sedangkan kekasih gelapmu itu lebih begini lebih begitu
-- kelebihan yang tidak dimiliki oleh kekasih terangmu --
Begitu?
Memangnya kamu sendiri serba punya kelebihan ?
Sudah pernah bercermin di comberan depan rumahku ?

Nah, Kawan
Kalau kamu masih membela diri sedemikian rupa,
Maka, di sini, saat ini dan seterusnya,
Aku pun akan jujur padamu, Kawan
: omong kosonglah seluruh ludahmu
Tentang Agama, Tuhan, Kesucian, akhlak, alasanalasan membela diri, hidup penuh ucapan syukur, dan lainlain yang tai kucing itu.
Buang saja busa bunga busuk bacotmu itu, Hewan !

*******
bumiimaji, September 2004

agustinus sisipkan jam 5:34 AM.




Wednesday, September 15, 2004

Luka : Suatu Pilihan

luka menjelma kurungan menyala
masalalu membelenggu kakirasa
sedang belaihangat fajar selalu ada
berbuai senandung burungburung
mengipas embun simpan airmata

luka terhidup oleh mata bertembok
dindingdinding membutakan
kian kokoh oleh keangkuhan
memandang diri benar, bertahta

mestinya luka adalah suatu pilihan
ibarat memilih geram dieram penjara
ataukah girang di taman lapang

*******
bumiimaji, september 2004



Elegi Cinta

dusta menista cinta
belaian menyelipkan belati
luka memperpanjang duka
egoisme melestarikan elegi

***
bumiimaji, september 2004



Bayangkanlah Bila…

Bayangkanlah bila aku datang pada kelam malammu. Merobeknya dengan busana bercahaya, senyum bersinar. Kamu akan berseri-seri; rembulan bakal iri

Bayangkanlah bila kemudian kukecup keningmu lembut dalam hitungan lamban. Lihatlah bungabunga di tamanmu akan gelisah, cemburu. Sebab, bukan bunga yang membuatku terpesona dan ingin menciumnya, namun dirimulah yang senantiasa memperindah, menyemerbak harihariku.

Bayangkanlah bila usai mengecupmu, tibatiba kereta api jayabaya minta jatah di sebidang pipiku... ah ah ah…

***
Bumiimaji, agustus 2004



Akhir Juni

hitam menyambut dingin akhir juni
basabasi membisu menepis mimpi
beku laku di naungan langit legam

***
bumiimaji, akhir juni 2004


Sisa Senyummu
: untuk seseorang

sisa senyummu terselip di ingatanku
mengulum, melumat remah renyah
tawa burung bulbul berbusana bulan

anakanak sunyi memetik senar gitar
mengusik selasela bibir merahmu
merekah basah dicumbu cahaya bulan
pada penghujung jurang malam

siapkan kisahkisah pemapah kantukmu
di kelam malam menelan mata
mematuk kelopak cakrawala
terkatup menutup realita
terkuak menatap jejuta mimpi

simpan dulu seluruh ranah ramahmu
demi menyongsong sapaan fajar
hiasi matahari dengan senyummu

kuingin kembali simpan sisa senyummu
dalam saku sanubariku

*******
degul-babarsariyogya, 21 juni 2004



Tsunami dalam Jiwa
: catatan seorang sahabat

tsunami tetiba melanda jiwa saat sosok dirimu datang berdandankan cerahceria di rona wajahmu menambah cerlang lampu TL yang sedari senja menyiram panci bubur kacang hijau, gelasgelas sujud, berbungkusbungkus mi instan, bergenggenggamgenggam gorengan.

samudera jiwa pun bergolak girang, gaduh gemuruh riuhi rongga dada, seketika katakata kehilangan aksara, lantas gelisah berbaur bingung menyerbu, mengerubung dan mengurung relung rasaku.

o pesona,
hadir, banjiri palung hati
menarinari di gerai gelora gelombang jiwa

o pesona,
renyah suara segera menggema
membungkam deburdebar sanubari

tiada puisi tersusun indah dan terbaca syahdu, kecuali membiarkan tsunami menyihir jemariku memahat pesonamu yang telah melumat senyum rembulan.

*******
bumiimaji, juni 2004



Harapku
: catatan seseorang sahabat

dekaplah, sayang
buat aku tersenyum

bila aku lelap
tetaplah di sini
untukku

***
28 Desember 2002
(makasih, Bowo)


Kembali ke Jalanku

jadi : kita berpisah di bibir sumbing
-- penting kutegaskan ! --

baiklah
aku tak akan lagi menjamu senja kencana
hidup tak harus menuntut kegemilangan
relakan masa keemasan tenggelam
mahkota kehidupan sejati di tangan Tuhan

: kusadari hidup bisa redup

lihatlah, jemari fajar melukis jendela
embun tampakkan goresannya

kini kusiapkan peta, kompas dan lentera
aku kembali ke jalanku
jejak telah menyimpang; alurtimpang
apa boleh buat
malam telah menelan mata
dinihari sesatkan akalsehat
lenteraku pernah padam tertiup tipuan

sesal sesaat, bolehboleh saja
sesaat, bukan seterusnya
perjalanan ini ada lanjutan
(setelah tertunda oleh fatamorgana)

semoga jiwa benarbenar legawa
sebab debu sudah dikebaskan
langkah masih harus didayung
bungabunga pun selalu berseri
ruparupa dibedaki matahari pagi
di tepitepi bisikan kaki

perpisahan; satu kilan terlampui
jangan menoleh ke belakang
: kutukan tiang garam !

keresahan tanpa isak asli
senandung sabana nun di sana
biarkan saja

di hadapanku matahari tersenyum
aku ingin sambut senyumnya; bisa?

jalanku menunggu elusan kakiku
tujuan: ke arah barat laut
di samping bayanganku sendiri
kuharap tiba jauh sebelum senja
sebelum bungabunga mengatup kelopaknya

*******
babarsariyogya, 25 mei 2004


Puisi untuk Roro (2)

Hallo Rosuroheart !
Sejak dahulu beginilah cinta
deritanya tiada akhir
Tahukah kau
betapa dalam dan tulus
cintaku ini, Ro ?

begitulah, ro
raungan cinta seseorang
(tidak jelas jenis kelaminnya)
tibatiba menggedor layarmonitor
wajahmu ukuran pasfoto meneror

sudah kutataulang menu kompieku
kupakai petugas kebersihan kawakan
pakar amerika, mc afee kudatangkan
namun tetap berhasil lepassensor
kekasihmu menyelinap dalam sistem
membuat clean error, bikin horor

begitulah, ro
hasrat cintanya menggebugebu
entah kausambut, entah tak gubris
dampaknya betapa gawat

bolehkah kutahu apa sebabnya?
apakah karena kautolak cinta si jenius?
ataukah si jenius sengaja proklamirkan
bahwa kau adalah miliknya?
sampai harus merasuki kompieku?
apa gunanya kutahu?
apa peduliku?
apalagi kau dan aku berbeda jalan

begitulah, ro
derita cinta tiada akhirnya
muncul lagi menghantui kompieku
tahukah kau akan ini semua?

***
babarsariyogya, 20 mei 2004


agustinus sisipkan jam 1:21 AM.




Monday, August 23, 2004

CINTA ITU FANA

cinta itu fana, kawan
seperti musim, jiwa kelana
bersemi cinta
bersama waktu ia 'kan layu

siapa yang bisa jadi tauladan?
poligami porakporandakan rencana pesta perak
berderaiderai airmata sang dewi

perempuanperempuan sejati mana sudi
tapi lakilaki menjadi budaknafsu sendiri
membela rajalibido melebihi rasio
dengan mengatasnamakan cinta

ah, masih saja doktrin poligami dipertanyakan
atau poliandri perempuan pemuja orgasme bertubitubi
padahal belati siap melahirkan lukaperih

'pabila cinta menawarkan jalan lain
ujilah ia dalam waktu tak sekejap
karena rasa adalah fana, sefana raga

cinta bisa layu di tangkai berahi
daundaun raga terkelupas usia
syahwat menjadi bunga, gugur ditiup masa
maka cinta itu fana, kawan
tak ada yang abadi dalam rasa

***

agustinus sisipkan jam 1:12 AM.




Monday, May 17, 2004

DOA YANG TERLUKA

darah Sang Suci
airmata Cinta Sejati
basuhlah seluruhluka ini
pulihkan seperti sediakala
agar segala syukur itu tiada cela

***
mei 2004


agustinus sisipkan jam 1:48 AM.





Adam dan Adab

bila lelaki teguh berpegang pada setia
berpegang pada kata cinta yang terucap
--jatuhbangun, pedihtegar, sakitsenyum--
kenapa justru dianggap melankolikanakkanak?

bila lelaki labil mengoleksi perempuan
berpegang pada ego libido yang licik
--tebarpesona, obralrayuan, jelalatan--
kenapa justru dianggap: itulah lelaki sejati!

bukankah Adam hanya mencintai Hawa
tanpa curicuri cumbui gorila atau kera?

lantas, apakah peradaban modern itu lebihmulia
lebihberadab daripada peradaban Adam?

*******
17 mei 2004

agustinus sisipkan jam 12:48 AM.




Sunday, May 09, 2004

HANYA SAJAK
CUMA PUISI

JANGAN PERCAYA PADA KATA BERUKIR
JANGAN PEDULI SYAIRSYAIR BERGULIR

CINTAKASIHSAYANG TAK ADA DI SINI


agustinus sisipkan jam 8:47 PM.




Wednesday, May 05, 2004

Nyanyian Rembulan Bawakan Bunga

nyanyian rembulan getarkan malam pejalan sunyi pulang ke semadi bukubuku usai mencari kepingkeping angin terserak semarak di pekarangan zaman memutar fakta dan fiksi silih berganti posisi mencipta catatan hitamputihkelabu bertabur bunga bertabur duri susupi poripori imajikata imajirealita tertatih kadang tegar gelarkan permadani lebar pahatkan jejakjejakjelaga

o malam
selamatkan aku
dari rasa sepiku
yang selalu datang
di setiap tidurku

o waktu
berikan aku
apa yang kurasakan
yang selalu kurindukan
arti hadirnya dirimu

bawakan aku bunga
tak seperti mereka
berikanku cinta
yang selalu berbunga

bawakan aku bunga
tanda kasih setia
berikanku cinta
untuk selamanya
*)

garisgaris melodi jadi titian kaki pejalan sunyi telusuri intisari injuri ternoda noktah tawa titiktitik senyum mendupai ikhtiar dalam relungrenung dalam palungpikir dalam lagunafas dalam guraturat dalam tetespeluh obsesidirinya mendamba fajar mendahaga embun selagi atapangkasa dinaungi tiangtiang api dan lentera merpati atau lentikbara jiwa digentayangi tarian ilusi tayangan fatamorgana firdaus saujana bersenandung kidung ular tedung beraroma kecubung berguyur serbukcandu narsisius ambisius berperisai apologitendensius menyublim panjati dindingdinding instana ratumalam yang masih dininabobokkan nyanyiannya

langkah pejalan sunyi terhenti
tertegun pada layarmata sendiri

sesuatu telah terjadi
menjadi
jadi
di
?

tapi tualang harus terus dilakoni karena jalanjalan di depan masih menanti sampai tanah merengkuh ode ataukah elegi ataukah pestapora ataukah kertakgigi tanpa nyanyian rembulan matahari lagi


[babarsariyogya, 5 mei 2004]

*) lirik lagu karya Erik Soekamtie, Yogyakarta untuk soundtrack film “Bawakan Aku Bunga” persembahan Just Kidding Video Explore

agustinus sisipkan jam 4:34 AM.





Puisi dari bawah Baling-baling Kipas Angin

bayang balingbaling kipas angin
berputar konstan di bawah plafon
memutar mimpi, harapan, kenyataan, kenangan
samarsamar memancar sekuntum senyummu
menyejuk kemarau di jiwa papa

masih terasa sekali
hampa di detak waktu
gemetar rayapi tebing sunyi
jurang prasangka menganga
melerai rasa
menyita rindu
gugurkan kelopak senyummu
terhempas
ditimpa putaran bayang kipas angin

*******
babarsariyogya, 26 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:33 AM.




Friday, April 30, 2004

PUISI TADI PAGI

tadi pagi
(tanpa tunggu prenjak nyanyi)
sudah kusiapkan setangkai puisi
untukmu
untuk lengkapi fajar ungu
yang tersesat dalam buku

tadi pagi
yang kita sepakati
janjijumpa di jendelahari
denganmu
dengan pipi merahjambu
yang terpahat dalam kalbu

(matahari luruh dalam rengkuhan)

*******
babarsariyogya, 28 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:38 PM.





PAGI MENANTI

Ada soraksorai sepasang prenjak
Di antara sunyi desah dedaunan
: sambut dirimu-kah?

Jarumjam merajah pelupuk mata
Terpampang gambar dirimu
Menatap tanya kesendirianku
Menanti sejatimu hadir
Tepati janjijumpa
Getarkan tirai pagi
: apakah itu pun kaurasa?

***
babarsariyogya, 28 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:35 PM.





Ada yang Tertinggal

ada sesal
tertinggal
dalam relungrenungku
ketika punggungmu menatapku,
bergegas menyongsong matahari
yang beranjak semarak seperti harihari lampau

alangkah tak kuasa
kutahankan langkah jarumjam
menjerat tapakkakimu mengayuh
tanggungjawab intelektual
dan cintakasihmu pada harapan perempuan

ada ruangkosong
m e n j u r a n g
jarak bahasa tanpa kata tanpa bunyi,
hampa menerpa padang kemarau,
menggusur persentuhan hangat kita,
gugurkan bungabibirmu

betapa kata
kurasa gagal tunaikan tugasnya,
sebab hati masih saja bertanya pada angin
dan debu kenangan,
bukan membiarkan kalbu kuakkan kehendaknya

mungkin hanya puisi yang bernyali,
menyapa jendelajiwamu,
memasrah dirinya pada kehendakmu,
berserah dengan penuh sadar
akan hakikat realitas hidupnya

***
babarsariyogya, 28 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:29 PM.





Drawing

merahbaju dipeluk jakethitam
datang tanpa sorakan prenjak
tanpa lenggaklenggok kupukupu
mengetuk pintupagi perlahan
terhampar gambar perempuan
hitamberarsir pada bidangputih
merengkuh grogi gigiti kata

***
babarsariyogya, 27 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:25 PM.





Selarik Luka di Wajah Rembulan *

Temaram lampu lansekap dicium
Seekor belalangbau tersesat mimpi
Di balik dedaun ceri mengatup diri
Malu kepada pergunjingan katak
Riuh di kejauhan
Sembunyi dalam kegelapan
Sebab wajah rembulan menitikkan
Darahnanah dari selarik luka nganga
Menimpa pipi cembung lampu lansekap
T
e
r
g
e
l
i
n
c
i
r
dalam palung jiwa sunyi

***
babarsariyogya, 22 april 2004

*) ide puisi dari Tiara MT (Singapura), dengan judul asli "Ada Luka di Wajahmu"

agustinus sisipkan jam 4:15 PM.




Thursday, April 29, 2004

Sajak Cinta yang Tak Kau Suka

ada banyak sajak cinta
jejali mata
sumpali telinga
pada daun, batu, kulit, kertas,
kain, kaca, dinding, kaset,
layarkaca, compact disk

sajak cinta banyak sekali
menggali saripati rasa nurani
beraneka ragam dan tema
magis
tragis
sinis
romantis
melankolis

cintaasmara sepasang manusia
tiada jeda, tiada henti
sejak awal asmara tercipta
hingga kapan manusia tiada
tak peduli orang tak suka, bosan
entah ada cemburu, iri
sakit hati, terkhianati

cinta tak kenal rumus eksakta
kebebasan tiaptiap jiwa
menguras rasa
mengentas kata
cinta menurutnya
apa yang dialaminya
abaikan matamata suka tidak suka
jadilah sajak, bahasa jiwa

sajak ini bukan sajak cinta. sukasuka!

*******
babarsariyogya, 2 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:05 AM.




Wednesday, April 28, 2004

Sepasang Mata

1
nyamuk menari
usik kesendirianmu
menanti si-apakah
yang mengelus lamunanmu
berlumur lampu neon

kelelawar berkelebat
melintasi bulu matamu
menjungkal lamunan
terkapar
menatap nanar

2
senja sedang bersolek
di sudut barat gerbang berpagar
tempat kau tertegun
saat sang penampak berlalu
menjawab panggilan pulang

tiada senyum mekar berpijar
tatapmu mengejar sepasang mata
untuk meraih abstraksi
yang kau enggan kehilangan
pada sepasang kaki tertatih

3.
seperti nyamuk, kelelawar,
rembulan merangkul atap rumahmu
senantiasa ada busarindu
membuih di pinggir sanubari
bertabur mimpi sunyi
berseling igauan katak di kejauhan

entah sampai kapan
sepasang mata akan singgah
bersanding tanpa sandiwara
bersamamu mendekorasi galaksi

*******
babarsariyogya, 15-16 april 2004

agustinus sisipkan jam 12:29 AM.





Hening

Telah membisu
Nyanyian kepak kupukupu
Di selasela sepohon mengkudu

*******
babarsariyogya, 16 april 2004

agustinus sisipkan jam 12:28 AM.




Sunday, April 18, 2004

KACABENGGALA

mawarmerah bertangkai kering
merambati dinding kala hening
kelopaknya bentangkan kacabenggala
berpanorama dimar senja yang renta

"bawakan aku bunga *," bisiknya,
"sebelum rembulan menelan mata."

*******
babarsariyogya, 14 april 2004

*) judul film indie bikinan orang Jogja

agustinus sisipkan jam 4:04 AM.





Puisi Cinta dari bawah Payung Pohon *

ini pasti puisi cinta
percaya, nggak percaya
ada bukti,
juga saksi

: pangkuan kursikayu panjang
dan payung pohon rindang itu

sepasang mahasiswa
yang mahasiswi cantikjelita
riuhrenyah candanya
cairkan matahari tengahhari

seperti sering orang kata
“mesra asmara bagai dunia milik berdua.”
ya memang begitu adanya
bintang pun dipaksa turun

cantik sungguh cantik
cerah kulit saing matahari
riangriang saing beburung di dedahan
tiada sangka berkecup di balik majalah remaja

betapa matahari tersipusipu
pelangi terburuburu datang
o cinta, alangkah meriah
segenap jiwaraga berpesta

tapi tetiba matahari berantakan
kala mahasiswi bilang, “asu bajingan !”

*******
pasti-babarsari, 15 april 2004

*) diiringi lagu “I’m All Out of Love”-nya Air Supply

agustinus sisipkan jam 4:03 AM.





PERCERAIAN

Apa yang terlihat ketika acara akad nikah?
Kitabsuci, Nama Allah
Saksisaksi, mahar mewah
Wajahwajah tegang, tersenyum, terharu

Ketika bahtera janji arungi samudera nyata
Bulanmadu telah habis dicabik waktu
Egoisme dan kepongahan diri tegakkan tanduk
Laga lidah, tarung kata dipicu rasa salingkecewa

Apa yang teringat ketika cinta jadi jibunan puisi
Atau janji ditutur di depan Ilahi, Kitabsuci, saksi?
Kini jelma rasa saling takpuas pada pasangan
Kekurangan jadi bolaapi, keretakan tagih janji

Banyaksebab bisa disketsa jadi dalildalil dalih
Perlihatkan seolah perahu cinta sudah parah
Padahal sematamata egoisme yang pongah
Selain derita lukaraga dari silang polah

Perceraian itu pencideraan janji atasnama Ilahi
Dan penganiayaan keji terhadap perikemanusiaan
Terkecuali nyawa berpulang kepada Sang Empunya
Atau pengkhianatan tikam tengkuk kesetiaan

*******
babarsariyogya, 15 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:02 AM.





SAJAK PENANTIAN

aku di sini
di tepi telaga hatimu
kuingin kelak tenggelam
larut dalam sukadukamu

*******
babarsariyogya, 15 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:01 AM.





JEMBATAN MAYA *

jembatan maya yang terbangun
hubungkan dua hati nan sunyi
lewati jejalan penuh sembilu
menuju taman jejuta bunga
bukan surga laga keriskata

meski kisah rekayasa belaka
sanggup singkap lembaran album
memerahjambu tingkap malam

*******
babarsariyogya, 15 april 2004

*) terinspirasi dari film “You’ve got a Mail”, yang dibintangi oleh Tom Hank dan Mac Ryan.

agustinus sisipkan jam 4:01 AM.





SUARAMU

suaramerdu sambut sepotong sapa
memancar dari rekah bibirbungamu
lebih semerbak daripada sedapmalam

di pinggir pertigaan kau berhenti
siapkan sekuntum senyum ranum
namun rodamesin segera merampasnya

*******
babarsariyogya, 14-15 april 2004

agustinus sisipkan jam 4:01 AM.




Friday, April 09, 2004

Aku Tak Ingin Berimu Puisi

aku tak ingin berimu puisi
sejak katakata jadi kedok belaka
berdusta dengan dekorasibahasa

aku tak ingin berimu puisi
hurufhuruf kususun tanpa sayap
kusajikan di mejajumpa kita

aku tak ingin berimu puisi
kumau berkatakata berkacabening
muslihatkata adalah kejahatan

aku tak ingin berimu puisi
makna puisi seringkali berapologi
meski kebenaran dituntut siapa saja

aku tak ingin berimu puisi
katakata berukir bisa dipelintir angin
kenyataan harus dipahat tindakan

aku tak ingin berimu puisi
kau bukan pengemis kataberbunga
biarkan waktu uji segala kemurnian

: kuingin kau tahu, kaulah puisiku

***
babarsariyogya, 27-28 maret 2004


Sajak Jalan Setapak

jalan tuju rumahmu yang kutempuh
selebar sehelai rambut dibelah tujuh

kau akan lihat akrobatik dialektika
sulapan realita dan manuver logika

hanya demi raih senyummu, dinda
sentuh seutuhnya, simpan di dada

: kembali remaja, betapa ajaibnya

***
babarsariyogya, 30 maret 2004



Sajak Cinta dalam Semangkuk Siomay

gadis rambutsebahu, mukamuram
duduk lesu di atas sepeda motor
mulutnya pasung suara pasung kata
kepala tertekuk, pikiran kembara
pada ubin abuabu pos ronda

pemuda rambutpendek, mukabiasa
duduk tenang di pagartembok separo
mulutnya biarkan beberapakata melata
matanya bersitatap dengan kendaraan
di perempatan babarsari

satu dua orang lewat melihat sesaat
entah apa yang menarik mata mereka
apa pula tanya lintasi alurgangbenak
menanti apasiapa atau beristirahat saja
mungkin tengah terjadi cidera cinta

tek! tek! tek!

"mas siomay!" panggil sang gadis
wajahnya berubah cerah
"abang mau siomay juga?"
pemuda itu mengangguk
bekusuasana seketika cairsumringah

airmuka sepasang manusia membuncah
segera itu turun dari duduk mereka
sambut penjual siomay berbelok datang
dengan sepeda onthel berkarat
dan kotak siomay di goncengan belakang

: barangkali pertarungan rasa butuh rehat

***
babarsariyogya, 29 maret 2004



Sajak Setelah Suatu Sua Sore

1.
nyanyian pelangi
senandung seroja
tangisan tahuntahun kemarau
mengerubungi bangkai jambumonyet

kau hanya tersenyum, dinda
seperti rembulan malammalam lampau
mungkin esai album itu lucu
para pelakonnya pelawak lugu

2.
ada yang hendak melukis pelangi
di kanvas langit kelam nan pekat
tapi kau tersenyum kembali, dinda
seakan lecehkan kehendak pelukis itu

kita tak sedang bedah euforia, utopi
fatamorgana, scotopicvision, serpihanmimpi
terpungut dari bibir bantal, rambut selimut
telapak sprei, pangkuan kasur
debu lampu, debu bulan tadi malam

kita cuma ingin berbagi cerita
di palungpelangi dari sketsa airmatalangit
tentang pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler
kampung halaman, keluarga, kawankawan
tentang sikap pikiran, perasaan
terhadap sesuatu sesungguhnya
di balik mata, diantara pandanganpandangan
menarik uratleher sampai ujungujung bibir
melengkung, melebar, memamerkan gigimu
seperti milik gadis iklan pastagigi remaja
rambutmu luruslembut pun bergeraigerai
seperti milik gadis iklan shampo
hingga mentari barat tergoda
mengendapendap ia di sela dedaun rambutan

kita tertawakan mentari dengan buat ibarat
mungkin ia lakilaki yang jarang jumpa bidadari
atau justru bosan pada bidadari ituitu melulu
mungkin ia mencari variasi
atau baru kali ini temukan anakmanusia
yang seperti dirimu, o alangkah aduhaimu

aku berpurbasangka pada mentari itu
ia selalu tak puas nikmati pesona wanita
kala munculnya di timur ia pandangi
wanita dewasa tergesagesa ke pasar
wanita belia bergegas ke sekolah
wanitawanita lainnya ukir karier
hingga hendak berpamit di pintubarat
ia sempatkan matanya mengintip
wanitawanita di pekarangan rumah
wanitawanita mandi di sungaisungai

aku bisa paham setitik dirinya
yang selalu sengaja panasi perasaanku
agar cemburuku mendidih sampai meledak
dada dan kepala dalam raungan singa terluka

mungkin kali ini ia memang terkesima
padamu, dinda, pada lesung pipitmu
yang mengukir pipi mulusmu
ketika senyummu jelma penapahatnya

tapi bagaimana tentang getaran rasa?
bagaimana dengan gelegak kalbu?
apakah kita saling beri benihbenih itu?
apakah kita kembali ke masa anakbarugede?

senyum kita sengaja sembunyikan katakunci
diantara lalulintas orangorang nikmati sisa hari
sebelum azan magrib panggil mereka pulang
dengan kerikil batuesteh terkapar di gelas kita

3.
untuk segalasesuatu ada waktunya

berbagi cerita tak harus jadi antologi jumpa

biarkan waktu lakukan tugasnya

kita berdua melangkah pada garisnya
tanpa buruburu bukakan peta masingmasing

waktu masih memberi ruang pada kita, dinda

***
babarsariyogya, 28 maret 2004




Sajak Gelap

Angkasaku simpan rembulannya
Gemintang sembunyi ke mana
Lampu mutakhir sering sirna

Hanya rindu kujadikan dian
Terangi kakirasaku cari senyummu
Di balik bayangan merahjambu

: Senyummu terhalang halimun

***
Babarsariyogya, 2004




Sajak untuk Seorang Gadis

Manis parasmu
Indah rambutmu
Sentuh rasaku

Di bawah matahari
Juga bulansabit ini
Gelisah kutaruh kakihati

Santun sikapmu
Riang gerakmu
Getarkan kalbuku

Di bawah lampubiru
Juga langit merahjambu
Kuingat masa remajaku

: Senyummu hiasi pelangiku

***
Babarsariyogya, 26 maret 2004




Cinta Bisa Apa
: untuk Lis Ang.

cinta bisa mencipta:
banjirairmata
danaudarah
bentengbaja
semangatbara
berjutamimpi
damaisejati
tenteramnurani

mencipta lainnya?
mungkinmungkin saja

***
babarsariyogya, 26 maret 2004


Angka Almanak
: 28 maret

Duapuluhdelapan
Suatu bilangan
Dalam tanggalan

Angka angker
Angan keblinger
Lukisan lumer

Duapuluhdelapan
Berpeluh dalam dekapan
Berkeluh rajam ungkapan

Angka tertinggal
Angan terjegal
Lukisan totalgagal

***
babarsariyogya, 28 maret 2004




Apakah itu Cinta?

Ketika suatu cinta seumur selera syahwat,
Maka saat jenuh, cinta ditinggal minggat
Mungkin kawin lagi, selingkuh, pegat
Dingin, cekcok pun tak bisa terlewat

Apakah itu cinta bermartabat?

***
babarsariyogya, 18 maret 2004




Cintamu Meremukkanku
: untuk bakal kekasihku

1
Jiwaku makin membubung, melambung
Tinggi lampaui gedunggedung jangkung
Hendak mengatasi cakrawala lapang
Menandingi bintanggemintang

Biarlah angin menebang luapan jiwaku
Biarlah hujan menumbangkannya
Membantingnya keraskeras
Terhempaslah di bebatuan karang

Pecah pecahlah mata yang memicing
Dagu yang mendongak
Dada yang membusung
Pecah pecahlah jiwa berkepingkeping

2
Jiwa yang kususun dari kayu dan jerami
Satu per satu menjulang jadi menara
Hendak menusuk langit ungumu
Menertawai kedukaan para seteru

Kini runtuhlah menara, luruhlah jiwaku
Cintamu membadai, hancurkan pongahku
Leburlah mimpi, berserakanlah ambisi
Badai cintamu telah tega membantainya

3
O cintamu kautiupkan pada paruparuku
Gerayangi jantungku, memompa kehidupan
O cintamu mengalir ke seluruh pembuluhnadi
Sadarkan remukredam jiwaku di tamanmu

O cintamu memantik matahari dan rembulan
Terangi kakihatiku mengembara tuju cintamu
yang sekilas kusangka fatamorgana belaka
Kian nyata cintamu tatkala aku melupamu

*******
Babarsariyogya, januarimaret 2004



Masih Kuputar Lagu Itu
: untuk bakal kekasihku

Terus kuputar lagu simply red
You make me feel brand new
Yang membuatku terlena
Pada bayangan dirimu, sayang

God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Kuhidupkan bayangmu, sayang
Seperti dalam sebuah fiksiku
Kau kian mewujud perempuanku
Cairkan beku dalam sepi imajiku

Mari bersamaku kita dengarkan
Lagu itu, lagu karenamu, sayang
Harihariku ‘kan selalu terasa baru
Lupakan masalalu kelabu berhantu

God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Aku suka refren itu, sayangku
Tak bosan kudengarkan saban saat
Tak puas kuteguk dalam renungku
Keberadaanmu jelma kebaikan itu

Kaubuat aku ingin bernyanyi
Menarinari bergirang riang hatiku
Kaubuat aku ingin berpuisi
Mencandai kata mencumbui hatimu

God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Sungguh, ku tak ingin kau pergi lagi
Seperti bebayangangin gelap masa silap
Membekapku sekejap senyap lenyap
Kesendirian yang ku tak pernah mengerti

Bukankah Allah ciptakan kita berpasangan?

Berpasangan pulalah kita berlayar, sayang
Di samudera kehidupan berbadai
Airmata, ingus, keringat, darah
Amarah, tawa, bisikan, belaian, kecupan

Berpasangan kita berpelukan
Berbagi gelisah, berbagi bahagia
Sedusedanmu adalah milikku
Sukacitamu adalah milikku juga

God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Tak ‘kan kubiarkan jamurkhianat hidup
Tumbuh menjadi sebilah belati berkarat
Menyelinap di balik lipatan dasterbirumu
Menikam punggung ketulusan hatimu

Pengkhianatan adalah laknat
Pengkhianatan adalah penghujatan
Menghujat akad pernikahan
Menghujat Nama Maha Suci Maha Cinta

God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Tak akan, sayangku, tak akan kuberkhianat!
Kaulah pasanganku dalam pelayaran ini
Akulah nahkoda, kaulah navigatorku
Tanpamu kapallayar ini pasti tersasar

Berpasangan kita terus arungi samudera
Tiada pelabuhan lain yang ‘kan kusinggahi
Dirimu telah ada, duhai dermaga hatiku
Kucinta, kujaga, kupertahankan adamu

God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Bukankah adamu adalah anugerah terindah?
Bukankah kaulah puncak keindahan ciptaan-Nya?
Bukankah keindahanmu selalu hiasi harihariku?
Bukankah keindahan tidak melulu kemolekan?

Kaulah muara sungaisungai kasihsayangku
Sebelum kemudian kausebarkan ke lautan
Derai canda, suka, duka, citacita anakanak kita
Yang selanjutnya pergi bersama mimpi mereka

God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Kelak kita berdua lagi, ukir sisasisa usia
Hingga di antara kita pun harus pergi pula
Nikmati perjamuan raya cintakasih Ilahi
Sempurnakan cintasejati kita di bumi

Akhirnya di antara kita seduh sunyi sendiri
Sembari menyulam busana iman nan suci
Untuk siap songsong Sang Maha Cinta
Yang telah lama nunggu di gerbang baka

: Diberkatilah kau dalam Kasihsayang-Nya

*******
babarsariyogya, 16 maret 2004


Kecupan Cinta

Ada sebuah cintakasih
Seperti kecupan yudas iskariot
Di taman getsemani

*******
babarsariyogya, 13 maret 2004



Bianglala Terbanting

Barangkali kamu ingat tentang
Kesukaanmu melukis warnawarni
Pada kanvas pucatpasi, pada pekat
Kelam langit melarutkan rembulan
Terbit semburatkan busur bianglala
Dari dasar sanubari bertabur rindu

Barangkali kamu ingat tentang
Bianglala sebagai jembatan rindu
Rindumu padaku, rinduku padamu
Rindu kita melintasi liangpanjang
Bertemu dan bercumbu dalam
Bentang lengang kembara kakikita

Barangkali kamu ingat tentang
Keinginanmu bingkaikan bianglala
Pada ujung jarumjarumjam jengkali
Jenjang tangkai teratai renangi laut
Berselimut kabut butakan bebayang
Junjungkayulapuk batangsahang

Barangkali jemari lelah lingkari
Almanak, memeta jalan lupa pada
Bintang gemintang terbanting dari
Ranting cemara menderaiderai lara
Membuang bianglala dalam jurang
Keheningan antara kamu dan aku

Barangkali bukan salah bianglala
Melainkan kelalaian hati belaka

* * *
bumiimaji, 200

agustinus sisipkan jam 3:37 AM.




Wednesday, February 04, 2004

Sajak Kesunyian

malam ini
dulu pun begini
kala cinta pergi
tanpa sudi kembali

lenyap canda
sesak dada
tulang tiada
cairlah semua
mengalir ke manamana
membanjir di manamana

malam ini
tak’kan ada lagi
bayang dirimu menari
nyanyian jelma angin membisu
dingin menyerbu, rasa kian beku

: malam bukan untuk matahari

*******
babarsariyogya, 2 september 2003

agustinus sisipkan jam 5:45 AM.




Sunday, January 18, 2004

Ketika Aku Telah Sendiri


Gerimis senja tinggal tetes sisa
Tergelincir dari lekuk daun mangga
Menimpa ujung juntai daun pandan
Bergulir perlahan di sela jemariku
Menyentuh hurufhuruf lelap
Terbuai lagu kelompok simply red
You make me feel brand new

Ketika aku telah sendiri saat ini
Ketika mendengarkannya seorang diri
Sembari berandai mendekap bayangan
Lagu yang syahdu mengalun merdu
Seperti katanya,
Aku tak'kan pernah temukan katakata
`tuk ungkapkan bagaimana yang kurasa


Ketika jejak hanya sepasang tapak
Telapak kaki telanjang di pinggang pulau
Melangkah dengan lantunan lagu
Laksana pemimpi sepi yang mengigau,
Hanya kamu yang peduli
Ketika aku membutuhkan seorang teman

Dan lagu ini untukmu

Hatiku bergetar saat lirik sampai pada:
God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You make me feel brand new
I sing this song 'cause you
Make me feel brand new


Mungkin engkau tersenyum, angin
Melihat bibirku meracau syairnya
Entah untuk siapa kukirim lagu ini
Tanpamu,
Hidupku tiada arti, tiada rima

Tanpa arti, kecuali lagu ini sendiri
Tapi, biarlah untuk sunyi aku menyanyi

* * * * * * *
bumiimaji, 16 januari 2004

agustinus sisipkan jam 8:35 PM.




Saturday, January 10, 2004

Memang Aku Pernah Sangat Mencintaimu

memang aku pernah sangat mencintaimu
namun sayang sekali sungguh disayang
aku lupadiri, lupa pakaimataku
lupa lihat diriku
lalai lihat dirimu
dalam dekapku engkau berulah
kepakkepakmu terlalu ingin bebas
bebas terbang

dekapku yang kendor karena kusayangi
kepakkepakmu yang cantik
engkau malah melentik, lepasi diri
merdeka mengepak sayapmu
terbang
terbang
terbang
terbang ke angkasa

seperti dahulu
bersama kawananmu
mencari apa sesukahatimu
menebar pesonawarnawarni
mencandu pujapuji
merindu merdu desahandesahanbuluh
seperti sebelum engkau singgah
di jendelaku, menyapa sepiku
mengajakku mencari keemasan senja
menyeretku ke lengkungcembung pelangi

aku kini menatapmu sepintas saja
engkau terus menarinari, menggirangi diri
masih seperti dahulu, belum berubah
bermimpi kembali seperti pascakepompong

aku beralih pandangi panorama
kebunkebun kelapasawit yang subur
kebunkebun sahang siappanen
kapalkapal nelayan hilirmudik
pantaipantai yang permai
kolongkolong timah yang nganga
gedunggedung burungwalet menjulang
panjipanji serumpunsebalai
bangunanbangunan kolonial
rumahrumahpanggung

di sini aku tetap setia
pada tapakkakiku, pada bumiimaji
yang jendelanya telah kututup
agar tak diserbu deruderu debu
yang menyasarkan tualang kupukupu
bersayap melati dan belati

ada doa untukmu,
juga untuk kupukupu jingga sepertimu,
janganlah pernah kembali, jangan datang lagi
hinggap, bertelur dan menetaskan ulatulat
dalam buahhatiku ini
seperti dahulu

dan aku mengampuni dan memaklumimu,
sebab engkau hanyalah kupukupu
hanya kupukupu
kupukupu

* * * * * * *
bumiimaji, 10 januari 2004

agustinus sisipkan jam 5:45 AM.





Sebutir Jambu Monyet

Sebutir jambu monyet
j
a
t
u
h
menimpa tanah basah januari

sebutir jambu monyet
bergeming
hening
bening
bertapa seolah beku

sebutir jambu monyet
berisi ulat
hidup
tumbuh
berkembang
menjadi kepompong
menggelinjang
mengoyak selaputnya
lalu terbang ke angkasa
terbang ke angkasa
terbang ke angkasa
tinggi
tinggi
tinggi
tinggi sekali
sebagai kupukupu kuning
sekuning kulit jambu monyet berlumur senja

seorang pria terbangun dari mabuknya
akibat terlalu banyak minum jus jambu monyet
jambu monyet dari sisasisa pesta para codot
yang mengembara di selasela bungabunga

pria itu mengusap keningnya
mengusap lampu yang bening
mengais sinar yang bisa menasihati
dari rubuhjiwa yang pernah membiusnya

pria itu menatap ke jendela kayu lapuknya
pijar fajar berkejaran diantara bayang pepohonan
bergoyang, bergirang digelitik angin pagi
yang juga berdansa bersama kupukupu kuning
di kelopak mawar kelabu yang digerogoti kumbang

ada kantata prenjak yang mengajaknya
menyimpuh ruh
menyujud hati
menyejuk jiwa
menyanggah raga

pria itu pun tersungkur dengan sekuntum senyum
tenteramlah, nyamanlah, damailah bersama Tuhan
Yang Maha Baik
Yang Maha Adil
Yang Maha Kasih
Yang Maha Setia
merengkuh tubuhnya dengan sepenuh cinta-Nya

“jangan tangisi jambu monyet yang busuk.
sebab kamu akan dapatkan madu kehidupan
suatu saat, tepat pada waktunya,” bisik angin
yang pernah menyelinap di ketiak kepak kupukupukuning

* * * * * * *
bumiimaji, 10 januari 2004

agustinus sisipkan jam 5:43 AM.




Friday, December 26, 2003

Hujan Rindu *

Rindu mengguyur rumahku
Deras mengipas rasaku

Rinduku milikmu
Rasaku padamu

* * * * * * *
babarsari, 25 desember 2003

*) maaf, bukan maksud meniru lagu “Hujan Rinduku”-nya Harry Mukti

agustinus sisipkan jam 1:14 AM.




Tuesday, December 23, 2003

Imaji Jangan Pergi

rintik cair menggiring rinduku
menuju ruang renungmu

i cried a tear
you wiped it dry
i was confused
you cleared my mind

i sold my soul
you bought it for me
and held me up
and gave me dignity


pintumu belum utuh menganga
anne murray telah menyapa rasaku

you gave me strength
to stand alone again
to face the world
out on my own again

you put me high
upon a pedestal
so high that i could almost
see eternity


aku melihat dirimu masih seperti dulu
menyanyikan itu, bukan murai berkicau

and i can’t believe it’s you
i can’t believe it’s true
i needed you
and you where there

and i’ll never leave
why should I leave
i’d be a fool
‘cause i’ve finally found


aku selalu terpukau pada pesonamu
segenap diriku terpaku pada cintamu

you held my hand
when it was cold
when i was lost
you took me home

you gave me hope
when i was at the end
and turned my lies
back into truth again


lengkung pelangi melingkupi langitku
menjadi jembatan yang mempertemukan
bayangku dengan bayangmu
sayangku dengan sayangmu

kita bernyanyi
kita bercanda
kita berdebat
kita berdansa

aku tak ingin pergi
aku tak ingin engkau pergi
meski itu hanya imaji

* * * * * * *
bumiimaji, 23 desember 2003

agustinus sisipkan jam 11:41 PM.





Aku Masih Di Sini

dan aku masih
di sini sendiri
bikin ilustrasi
melalui puisi
tentang kekasih

*******
bumiimaji,
23 desember 2003

agustinus sisipkan jam 11:41 PM.





Engkau dan Rindu

Hingga matahari masih melayang di angkasa seperti kemarin aku melihatmu duduk dekat jendela sembari menatap perahu-perahu hilir-mudik mempermainkan lapangan biru nun sampai batas cakrawala. Angin mempermainkan anak-anak rambutmu. Tatapanmu tak bergeming. Bibirmu beku. Hanya pikiranmu yang telah berlabuh pada perahu di sana, meski perasaanmu terjerat jarak terbentang samudera. Dan, aku menemukan remah-remah rindumu yang berserakan di sekitar pelupuk matamu.

Rindu. Rindu adalah perasaan purba manusia yang tetap indah dalam keheningan dan kesepian kita. Rindu yang entah pada apa, pada siapa. Seperti rindumu pada kantata katak di telaga pematang sawah. Seperti rindumu pada kerumunan bangau membagi wilayah dan jarahan. Seperti rindumu pada pemandian terbuka yang selalu ramai manakala matahari mulai keletihan. Seperti rindumu pada belaian nenek ketika purnama hinggap di atap rumah. Seperti ribuan rindu yang pernah engkau kisahkan padaku.

Rindu dan perahu. Rindu dan negeri saujana. Rindu dan sanak saudara. Rindu. Oh rindu. Engkau membiarkan rindu silih berganti menari di langit, samudera, mercu suar, layar-layar kapal, kepak-kepak camar, bingkai jendela. Rindu begitu bersemangat menggodai jiwamu, merayu ragamu. Sepoi-sepoi ia mengipasimu. Sayup-sayup ia membisikimu. Jiwamu yang lelah berangsur segar. Ragamu yang layu beranjak tegak. Aku tertegun. Ada apa ini? .

Terlambat! Engkau sudah terbang dari liang jendela yang terletak di lantai tujuh ini. Tinggal aku sendiri, senyap, menanti saat-saat engkau kembali dengan membawa kelimpahan kulit rindu yang buahnya telah engkau habiskan bersama mereka-mereka yang menyulam benang-benang matahari menjadi sayap-sayap kasihsayangmu.

*******
bumiimaji, 19 desember 2003

agustinus sisipkan jam 11:39 PM.





Rasaku Masih Basah

Rambutmu masih begitu mesra mengusap pipiku
Suaramu masih begitu syahdu membelai kalbuku

Merindukanmu adalah menghirup saripati udara
Mengisi kesepian paruparu sampai penuh hariku

: rasaku masih basah oleh airmata dan keringatmu

* * * * * * *
23 desember 2003

agustinus sisipkan jam 11:38 PM.





Sampai Kapan Semaikan Kata

Lama jemariku memahami makna jemarimu memahat kata kata pada layarkaca pada matabaca. Kata tertatah tak tahu kelak tertatih tak tentu. Kata kata terjejak tak kuinjak tapi sejenak kujelajahi sejarah ataukah sebuah ambigu tergantung di ujung mendung.

Lama mataku memamah maksud kalimat pada dawai dawai kecapi melantun kidung puisi mungkin dramaturgi mungkin elegi melankoli mungkin apa lagi. Lagu lagu meragu gulana nada nada datar dan dalam lampion membias sinar sebar spektra

Lama kalbuku membedah metafora semiotika dari katasunyi katabunyi bersilangselisih bertumpangtindih bersama sejuta tanya tanpa tadah jawab. Tak ada dasar kusangsi sebab seluruh sanubariku telah kuserahkan pada porselin hatimu.

: sampai kapan

*******
babarsariyogya, 18 oktober 2003

agustinus sisipkan jam 11:38 PM.




Tuesday, December 16, 2003

Selembar Pelangi

Selembar pelangi terselip di sela mimpiku
Aku tidak tahu bagaimana ia bisa tersesat di situ
Seingatku usai hujan aku mendongak kepala
Memandang angkasa dengan mulut melongo

Selembar pelangi melayang pada bayangmu
Kamu memang sering mengundangnya
Aku tentu ingat saat kamu menyapanya
Melambai dan membingkainya dengan teratai

Selembar pelangi berceloteh tentang senja
Kita tersentak dengan seluruh muka merah
Bumi tahu bahwa hati terlingkari emasnya
Membuat alam semesta cemburu pada debu

*******
bumiimaji, 14 desember 2003


agustinus sisipkan jam 11:43 PM.





Sajak ini Anakku

engkau adalah anakku
meski kami telah pergi
tak satu lagi

engkau adalah anakku
meski tetangga telah tahu
sejak pernikahan senja

engkau adalah anakku
meski kelak engkau sendiri
tanpa latar belakang apa apa

***
babarsariyogya, 30 september 2003

agustinus sisipkan jam 11:42 PM.





SEPERTI KATAMU

seperti katamu,
kita tak bisa cipta cinta
kecuali mengolah
karena cinta itu anugerah

seperti katamu,
cinta bukan nafsu
nafsu bukan cinta
tetapi dirancububarkan

seperti katamu,
nafsu itu sepucuk sumbu
menyerap minyak egoisme
siap menggelorakan birahi

seperti katamu,
api neraka memiliki lidah
menjulurngawur, menjilatliar
di selasela sumbusumbu nafsu

seperti katamu,
sumbu yang keliru akan mudah
disambar api neraka
terbakar raga, berangus batin

seperti katamu,
dari setepis api sulutkan berahi
meluluhlantakkan budinurani
hingga berhenti buyarkan arti

seperti katamu,
semua sesakkan dada sesali diri
reda gemuruhriuhnya
mengebiri riang matahari

seperti katamu: hatihati main api!

***
babarsariyogya, 9 juli 2003

agustinus sisipkan jam 11:42 PM.





Puncak Pelangi

maka kita mendaki puncak lengkung pelangi
terengahengah berpelukan peluh meluruh
layar legam membentang suram cekam
menenggelamkan jejakjejak kita

rupanya kamu lebih lincah, lebih lihai
“aku kan mantan jagoan panjat tebing,” katamu
tanpa perlu ditambahi gelargelar gemilang
yang pernah kamu kantongi di saku masa lalu

benar. aku cuma bisa menatap telapak sepatumu
lalu lenyap lahirlah langit lapang direnangi
awan gemawan dan burung elang
kamu telah tiba di puncak duluan

tibatiba tanganmu menjulur
ah, betapa aku malu
berangkatnya bareng tetapi kamu sampai duluan
ah, betulbetul aku malu

“aku sudah ambil ancangancang sebelum cinta datang,”
katamu seraya memagut maluku dengan senyummu
terang saja aku tersipusipu sebab aku kalah
namun kamu justru memberiku fajar di bibirmu itu

berdua kita berdiri di puncak lengkung pelangi
angin menerjangnerjang tubuh kita
menyusupi jaket kulit biribiri, meniupi poripori
kita tidak peduli. telanjur tiba di tujuan

kita layangkan pandangan pada panorama
hal yang selanjutnya mencengangkan
rupanya di manamana ditumbuhi lengkung pelangi
di puncaknya banyak orang bercengkerama

: kebahagiaan adalah hak segala manusia

*******
babarsariyogya, 18 juli 2003

agustinus sisipkan jam 11:40 PM.





Cahaya Cinta

biarlah cinta bercahaya
sinari jejalan hati percaya

***
babarsari, 19 oktober 2003

agustinus sisipkan jam 11:39 PM.





Kubuka Kembali Album Kita

I
senang selalu kukenang perbincangan kita
perihal hantu menggerayangi kanvasmu
di kerlapkerlip lampu mercusuar

perlahan kita buka lembar kisah usang
masamasa kanak renangi pelaminan, harapan
di bawah rindang reranting jambu monyet

kita petik dua buah jambu monyet
sambil kupandangi gerairambutmu
di lereng lentur punggungmu

kita apakan jambu monyet ini? tanyamu
kita buatkan jus saja, lebih sedap rasanya
di sekujur lidah selain buah biasa

jus jambu monyet masih menggenangi gelas
kita gelakcandai sunyi mengangkangi jarak
di ujung jubah senja hingga telapak pelangi

II
tokohkarikaturku menjulurkan tangan
menyentuh kelopak bunga sepatumu
di galeri seni kita sembunyikan

kupetik lirih senar gitar akustikku
kamu belai dengan dawaidawai zitermu
di kala kita tumbangkan tembang sungsang

kalbu kita kian syahdu oleh simfoni no.9
juga venniamore, opus, pianotrio, sonetapiano
di relung operasanubari kita

cd playermu terus meliukkan nyala lilin
saat kita menikmati panorama lampu kota
di sesi makan malam pertama itu

III
suaramu renyah mengunyah fajar
semarakkan senandung burung gereja
di celah jendela kamar kita

prenjak ajak kita jelajahi lintasan matahari
berlari merambahi lembah hampa
di gelora gelombang laut dan layar monitor

kubisikkan kasih
kamu katakan sayang
di hamparan kata cinta berhamburan

kugenggam jemarilentikmu
tenggelamkan segenap perasaanku
di dasar telaga hatimu

anne murai menggamit genggaman kita
biarkan kita berdansa, hidupkan asa
di buaian lagu you needed me merdu

maka kita bangun bahtera asmara
dengan seikat sajak kusulam, kulingkarkan
di jari manismu sebelah kanan

IV
sudah berapa waktu bukan kanak lagi *)
kita bersulang wine, singkirkan jus itu
di naungan kepakkepak kelelawar

matahari dan rembulan berloncatan
kita tidak bisa lagi terus bergelayut
di kerapuhan reranting jambu monyet

mari kita panjati setangkai mawarputih
pemberian ibu sejak kita masih hijau
di belantara katakata para pujangga

aduh! kita masingmasing tertusuk duri
batang mawar memang berduri, sayang
di manamana selalu saja begitu

getahmerah menghasut tutstuts pianomu
siapkan requiem amadeus mozart
di sela sisa nyanyian burung gagak

jangan mainkan lagu itu! teriak seseorang
kita saling menoleh dengan ingus meleleh
di liangluka milik masalalu kelabu

V
album kenangan ini masih panjang
dan akan terus menggelinjang
di pesisir kerinduanku padamu

********
babarsariyogya, 17 juli 2003

*) dicuplik dari “Derai-Derai Cemara” karya Chairil Anwar

agustinus sisipkan jam 11:39 PM.





Istriku Menangisi Cumburayumu

istriku menangis pilu
waktu kau memberondongku
dengan mesiu cumburayu
juga kau bilang pada istriku
kau akan menunggu takjemu

tangis istriku mengiris hati
kau malah tertawa tertatihtatih

: nyaris kugoreng kuping suamimu

*******
babarsariyogya, 06/05/2003

agustinus sisipkan jam 11:38 PM.





SANJUNG (1)

Gadis putih bergaun merah,
aku ingin menyanjungmu
tinggi melebihi bintang gemintang angkasa
melebihi jutaan galaksi dan fantasi

Mungkin bagimu aku ini hiperbolis
mendramatisir segelintir realitas
untuk sekadar merayu pucuk-pucuk mawar
agar menjatuhkan kelopak di tengadah tanah

Mungkin bagimu aku ini sedang mimpi
tenggelam dalam dasar samudera ilusi
untuk sekadar menyentuh sulur-sulur emosi
supaya sudi menyambut lambaian hatiku

Aku tidak sedang meninggikan dirimu
dengan cara merendahkan langit atasmu
Juga aku tidak mau menyeretmu kepada kepongahan
milik sebagian besar penghuni alam raya ini
dengan kearifan membungkus kemunafikan
dengan pengabdian membungkus penjilatan

: engkau tercipta dalam puncak sanjungan

***
Jogjakarta, 24 November 2001

agustinus sisipkan jam 11:38 PM.





SANJUNG (2)

Gadis putih bergaun merah,
setiap kau datang atau aku mencarimu
selalu aku tak hendak jumpa sejenak
untuk dapat menikmati birunya langit
di atasmu membungkus langit rinduku

di dalam hatimu, dapat kulihat
sebuah taman aneka bunga nan indah
pepohonan subur serba merah jambu
danau kecil dengan air tenang nan syahdu
bening seraya memeluk ikan-ikan koi
ada air mancur segar nan jernih
mengambang kembang-bentang teratai
sebuah kursi antik artistik, bersih menanti

namun engkau memanipulasinya
katamu, taman itu hanyalah kebun bijur
dicat warna-warni dan berawa-rawa liar
dikelilingi batang kering kerontang
dan berair mancur memuntahkan angin gersang

Ah, engkau merendahkan diri dengan
menawarkan ketidakjujuran
padahal aku memang menyanjungmu
akibat realitas estetika itu

***
Jogjakarta, 24 November 2001

agustinus sisipkan jam 11:37 PM.




Sunday, November 30, 2003

KEKASIH KUDAMBA

Yang kusuka darimu, kekasih
: perhiasanmu yang bukan rambut sutera,
bukan rupa indah bola mata
bukan liku-liku berkata-kata
bukan leher jenjang berkalung permata,
bukan kemolekan sia-sia nan fana
bukan gaun anggun seorang permaisuri raja

: perhiasanmu yang ialah
insan batiniah yang tersembunyi
sebuah mutiara kehidupan yang abadi,
sebuah kelemahlembutan yang menentramkan
seperti sentuhan sukacita seorang bayi mungil
seperti riak-riak yang membelai pantai
seperti kesejukan tiang awan di sahara membara

*****
Jogjakarta, Maret 2000

agustinus sisipkan jam 1:32 AM.




Friday, November 21, 2003

Kata Terakhir

tamat

*****
Babarsari Yogyakarta, 21 November 2003

agustinus sisipkan jam 8:44 AM.




Monday, November 17, 2003

Cuma Cinta

cintaku padamu
sederhana
rinduku padamu
bersahaja

tanpa bumbu
dekorasi semu
bujuk rayu
tipu tipu

aku cinta padamu
cuma itu

*******
babarsariyogya, 3 april 2003

agustinus sisipkan jam 2:37 AM.






Aku Tak Punya Puisi Untukmu

aku tak punya puisi untukmu
bersamamu adalah puisi itu
berpisah juga ialah puisiku

***
babarsariyogya, februari 2003

agustinus sisipkan jam 2:36 AM.





Dari Diam Jadi Puisi

satu hari lampau terhalau
sunyibunyi dilanda desau
ruang dada tampung galau
denting waktu mengigau

aku menggali perigi sepi
mencari sumber inspirasi
dari renyah senyum mentari
di sisi bibir mimpi

wahai pengantin kecilku
masih kau sulam bait lagu
mengalun lembut syahdu
dengan benang emas rindu

aku masih mengais makna
menimbun ranahranah tanya
pada gerai rambut pesona
yang menyimpan rahasia

*******
babarsariyogya, 10 april 2003

agustinus sisipkan jam 2:36 AM.





CINTA

I
atasnama cinta
kita lakukan apa saja

: cinta jadi korbannya

II
kuberikan cintaku
demi menggenggam cintamu

: oh, aku bersalah pada cinta

***
2000

agustinus sisipkan jam 2:35 AM.







O Rindu

I
rindu tak pernah sirna pada tiap lubuk jiwa manusia di mana pun ia berada dan sembunyi di ketiak keramaian keringat persoalan hidup seharihari bagai oase bahkan fatamorgana di padang kehidupan yang melulu berisi ambisi dan ambigu. aku tidak melarang rindu menggebugebu pagisiangsenjamalamdini tiada henti barang sedetik pun sebab memang rindu bisa tibatiba muncul seketika tatkala kapan saja. aku tak menghambat kereta rindu menjemput siapa saja menuju asa yang telah menggumuli lantas membius hasrat masing-masing jiwa dan membawa berkelana sembari bercengkrama dengan citacita apa saja. rindu itu milik kita.

II
dengarlah
dengarlah
degup rinduku

dengarlah
dengarlah
degup gebu rinduku

dengarlah
dengarlah
degup gebu deru rinduku

dengarlah
dengarlah
degup gebu deru pacu rinduku

dengarlah
dengarlah
degup gebu deru pacu laju rinduku

dengarlah
sampai tak terdengar
rindunya rinduku rindu hanya padamu

III
malam itu kau datang mengambil lagi
rindu yang pernah kau jadikan baju tidurku
sampai aku menggigil kedinginan dalam dasar
telaga kisah yang melahapku

IV
rinduku mengeras kaku
menjadi sebujur kayu
sebentar akan lapuk kuyu

V
rinduku padamu hanya celoteh mimpiku

VI
rinduku padamu hanya omelan hasratku

VII
rindu telah menyerbu tidurku semalam
merampas kenanganku
menduduki sendi-sendiku

VIII
kubentang lembaran hatiku
ketika denting porselin tiba
menjadi gempita kata
berkisah pada cinta

kusimpan semua pada jiwa
kusiapkan pena rasa
mulai menggarisgaris asa
mempertemukan semuamua

ah, kau tak lihat rupanya
membentuk rancang bangun
suatu arsitektur rindu
tapi tak menyatu menuju nafsu

***
babarsarijogja, 20 februari 2002


agustinus sisipkan jam 2:34 AM.




Thursday, December 19, 2002

Ini Bukan Sajak Terbaik Untukmu

aku tak lihai rangkai kata rayu dirimu
berpuluh bulan kususun hurufhuruf madu
kutenun sembari memanterai awan biru
selalu aku tak lihai rajut kata cumbuimu

aku tak lihai rangkai kata rayu dirimu
orang-orang ajari aku menyusun rindu
satu kata cinta adalah mutiara seribu
selalu aku tak lihai sulam kata cumbuimu

*******
babarsariyogya, 16 desember 2002

agustinus sisipkan jam 12:11 PM.







Ijinkan Aku Mencintaimu

ijinkanlah aku mencintaimu selama hatiku suka bernyanyi riang hati
sampai kutemui
pelabuhan hayat tak bertepi,
bukan mencacimakimu,
meski aku hanyalah laki-laki yang paling kaubenci
di antara lelaki yang paling kaukagumi
di bumi ini

ijinkanlah aku mencintaimu
mohon
ijinkan aku.

tapi, laranglah aku membencimu
sekalipun cinta yang kubingkiskan telah kau injakcampak
tak berperi
laranglah aku membencimu
mohon
laranglah aku.

*******
babarsariyogya, april 2002

agustinus sisipkan jam 12:07 PM.





Aku Tawanan Cinta

dia menyerbu di pagi buta
menduduki hatiku dan bertahta
diriku tak berdaya, ia mencipta
: aku tawanan cinta

Jogja, Juli 2001

agustinus sisipkan jam 12:05 PM.





Jangan Percumakan Cinta

jangan percumakan cinta putihmu, Gadis
padaku tak ada lagi pundi rasa dan asa
lenyap merayap senyap menyergap
mengeringi jiwa sampai tempo panjang

jangan percumakan cinta putihmu, Gadis
padaku hanya ada gurun manyun
terik surya berduyunduyun meraupi
sepenggal sepi tak mungkin gempita

jangan percumakan cinta putihmu, Gadis
padaku kosong telah mati rasa sepelita
tak tersisa pijakan apapun labuhan
sejarah pun kuenyahkan gelisahnya

jangan percumakan cinta putihmu, Gadis
jangan percumakan cita di mukamu, Gadis
jangan percumakan sisa asamu, Gadis
jangan percumakan sisa usiamu, Gadis

*******
babarsariyogya, 13 agustus 2002

agustinus sisipkan jam 12:03 PM.







Menunggu Ragu

bebintang menggantung di angkasa kata
kaubiarkan asaku mengapung tanpa jeda

***
babarsariyogya, 7 desember 2002

agustinus sisipkan jam 12:02 PM.




Wednesday, December 18, 2002

Gadis Dan Kesetiaan

gadis itu menyelipkan bunga dalam mimpi
semalam sewaktu angkasa terpejam

gadis itu menyelipkan cinta dalam igauan
tadi pagi ketika fajar enggan berpijar

gadis itu menyelipkan asa dalam dengkur
tidur sampai ayam meninggalkan senja

gadis itu menyelipkan kerinduan
pada ketidakpastian

kesetiaan itu bersinar tanpa matahari

***
babarsariyogya, juni 2001

agustinus sisipkan jam 3:24 AM.





Punah Cinta

tak'kan kuhujat sepi
meski kau sayat hati

***
babarsariyogya, 27 agustus 2002

agustinus sisipkan jam 3:23 AM.





Kukuburkan Mawarmu

menyimpan mawar katamu dalam hati
bunga cantik nan elok sungguh mati
deduri menusuknusuk perih
leluka menganganganga pedih

menimang mawar senyummu dalam kenang
terpajang baitbait kitab tua di rak lapuk panjang
kelopak segar, layu, busuk, kerontang
ingatkan aku pada buahbuah perang

mendengar mawar suaramu menciumi telinga
terbayang negeri jauh dipenuhi para penjaga
merdu, serak, sengau, bising, membara
masih terus mengembara di tingkap udara

menggambar mawar rupamu di pentas kanvas
berkhayal buncahdarah menjadi panorama cemas
garis elastis, bentuk, warna, latar, pantas
dalam seling tawa kecoak, tikus dan kopi panas

membaringkan mawar ragamu di tikar pandan
tiada tangis meringis bertaburan sedusedan
masa lalu, masa kini, masa depan
berakhir dalam lembab lubang kuburan

***
2000

agustinus sisipkan jam 3:22 AM.




Cinta Kasih Sayang

Cinta berlalu di depan kita,
terbalut dalam kerendahan hati;
tetapi kita lari dari padanya dalam ketakutan,
atau bersembunyi di dalam kegelapan;
atau yang lain mengejarnya,
untuk berbuat jahat atas namanya
(Kahlil Gibran)

Agenda Kencan

Fajar : Jogging Berdua
Pagi : Breakfast Berdua
Siang : Lunch Berdua
Sore : Nonton Lawak Berdua
Senja : Menikmati Senja
Malam : Dinner Berdua

Kapan bikin puisinya?
Rahasia doooong

Lingkar Karyaku

Sajak Serius
Sajak Satire
Sajak Slengekan
Cerita Pendek
Ilustrasi
Kartun Opini

Karya Kawanku

Nanang Suryadi
Kunti Hasto Rini
Hasan Aspahani
Qizink dan Dewi Laras Biru
Sihar Ramses Simatupang
Meli Indie
Ramon Damora
Pulung Amoria Kencana
Sazano
Indah Irianti Putri
Arwan dan Yulie
SN Mayasari H
Dobby dan Wida
Cecil Mariani
Randu Rini
Adi Susilo Wibowo
Arwan Maulana
Idaman Andarmosoko
Adhika Ninus Annissa
Yulianti
wida sireum hideung
Diah Ayu Puspita
Titon Rahmawan
Shanti
Tantry

Kerumunan Karya

Panggung Sastra
Bumimanusia
Puisi Saja

kesan & Pesan

Namaku :
situsku :
pesan&kesanku :
Thanks to:doneeh


Tukang Bongkar-Pasang

Agustinus "Onoy" Wahyono
Jl. Batintikal 174
Sungailiat 33214
Bangka
[Bangka-Belitung]
Indonesia

HP no: 0813 287 04184
ID YM: sayawahyono

PERINGATAN

Silakan menjiplak dan/atau menggandakan dengan menyebutkan sumbernya. Emailku: sayawahyono@yahoo.com.