![]() |
||||
|
Thursday, December 14, 2006
POLIGAMI ini persoalan? bukan. ini pilihan pribadi zinah selingkuh jadi dalih 16 tahun nenekku menjanda usia beliau sekitar 80 tahun Anda berminat memperistrinya? hubungi : 081328704184 agustinus sisipkan jam 2:24 PM. Saturday, April 16, 2005
GARIS-GARIS dan SIMPULAN dengan apakah kauhubungkan garisgaris menjadi simpul seperti sebuah simbol? lantas kenapa kemudian kausangsikan letak simpul kesepakatan? sedang aku telah tertawan dalam simpulan tak susahpayah lagi jelajahi jalinan garis tapi kaukira aku sedang berkomplot dengan excel himpun volume, koefisien, bahan, pelaku, durasi dan lainlain proyek manajemen demi singkirkan simpulan khianati kesepakatan ******* 9 april 2005 THE BACHELORETTE * the bachelorette terpa layartelevisi bertanya, kaukah kekasih idaman hati diantara para pendamba cintasejati ** dari negara yang suka mengadaada kami boyong pelukan dan kecupanmu entah demi ilmu pengetahuan apresiasi budaya sebuah cintakilat buat tiruan seperti benteng takeshi sekadar hiburan sesaat ataukah adopsi agar disebut trendi berlanjut setelah setangkai mawar disematkan di dada pria pilihan hati sang perawan *** the bachelorette masuk agendabujang mencari, cara dekati atau tarik simpati aksi kasih sejati atau aksi kasih imitasi rendahhati sang terpilih atau sakithati sang tersisih cinta tulus suci atau seni peran saja : semoga jadi abadi, tak cuma di televisi ******* 9 april 2005 MELUPA mungkin kau ingin menjadi lucy whitmore * melupa kemarin, juga cinta kemarin hari ini adalah hari ini kemarin entah ke mana ingatan pergi esok pun akan lupakan hari ini pertemuan berulang menjadi kebaruan lagi “namaku lucy whitmore,” di hari ini “namaku lucy whitmore,” di esok hari pada seseorang tiada berganti lalu kecupan keduapuluhtiga selalu terasa bagai kecupan pertama “tak ada yang mengalahkan kecupan pertama,” katanya hari ini, dan besok demi besoknya begitu juga atau kau ingin seperti henry roth ** pecinta unik kendati hanya tokoh ilusi dan berkata, “cinta adalah kata yang berat.” lantas memeras gagasan baru saban hari demi bincang dengan sang pelupa maka aku teringat bahwa kau selalu ingin menjadi tokoh utama dalam setiap film yang kau saksikan bagaimana kau tibatiba merasa diri protagonis tanpa sepengetahuan sutradara, produser, penulis sebab aku bisa menangkapnya dari cerah air muka dan binar bola matamu tapi kali ini kau benarbenar ingin melupa waktu seperti membatu angka almanak seperti mati di situ “siapa namamu?” tanya setiap jumpa pada satu orang kemarin atau kemarinnya meski kau bukan lucy whitmore ******* babarsariyogya, 28 maret 2005 * & ** Tokoh dalam film “50 First Dates”. PENJARA RINDU setelah saksisaksi asmara membuktikan aku terlibat persekongkolan perasaan maka, oleh pengadilan cinta aku dijatuhi hukuman kasihsayang dan dijebloskan dalam penjara rindu ******* babarsariyogya, 19 maret 2005 PLAS! engkau kuhapus dari hadapanku plas! ******* 9 maret 2005 ISTRI istri bukan dagingtumbuh dia tulangiga ******** babarsariyogya, 2005 KENAPA AKU CEMBURU entah kenapa aku cemburu kala kau kisahkan jumpamu dengan lelaki bermatanafsu memasang jebakan kelambu demi sesuatu kelak jadi malu barangkali benar katamu, aku sayang padamu dan kau merasakan itu tapi kenapa nekat cemburu begitu bukankah diantara kita tiada belenggu kau bebas berpikir dan berlaku aku pun begitu, semauku benarkah sayang boleh cemburu kata orang, cemburu tanda tak mampu ******* bumiimaji HUJAN hujan menggambar rautmu di jantungku ******* bumiimaji JUMPA KANGEN kala kukenang jumpa kita kangen tibatiba gedor dadaku ******* bumiimaji MUNGKIN mungkin kini aku tengah jatuh cinta ******* bumiimaji Nasehat untuk Adikku (1) kaurubuhkan mimpisubuhku keruh pandang jalanmu lumpuh paksa istirah pecah ditabuh maka kausuguhkan kisah keluhkesahmu pada keadilan keperempuananmu dirugikan kau bilang palu lahap suap pulangkan dirimu berbekal tanya ketidakpuasanmu lantas ajak aku bersolidaritas dalam persaudaraan kauruntuhkan batu pijakanmu runtuhlah langit narsismu terkapar di pelataran keluarga bahwa mimpimu adalah serakah dan angkuh namun sesungguhnya realita itu musuhmu maka kautangguhkan perjuangansemu urung kibarkan panji perlawanan meski kekecewaan terselip di saku jiwamu suruh aku kembali bermimpi larungkan penat labuhkan tubuh namun aku justru bertanya: ada apakah rupanya keperempuanan hanyalah kedok tutupi sengketa cintabuta pesta para suami yang mendua derita para istri yang mencinta kubagikan saja mimpiku padamu cinta yang cinta solidaritas yang sesungguhnya bukan ambisi narsismu bukan ambivalensi narasimu : jadilah manusia yang manusiawi ******* babarsariyogya, 21 februari 2005 Nasehat untuk Adikku (2) narsis overdosis egois overdosis arogan kebablasan kemayu kelewatan selalu minta didengarkan nasehat orangtua ditinggalkan mudah menolak mentahmentah susah menerima diri punya lemah seperti pepatah: buruk rupa cermin dipecah jatuh dalam jeratsyahwat bersama suami orang masih saja menuding orang lain sebagai biang : sampai kapan engkau akan begitu, sayang? ******* babarsariyogya, 25 februari 2005 Nasehat untuk Adikku (3) adikku sayang, lakilaki beristri tapi gemar bertualang bermain api dengan selain istri hanya butuh tubuhmu sebagai tungku bakar habis amukan badaibirahinya kemudian dia akan pergi darimu kembali ke rumahnya karena kewajiban atau bertualang lagi karena ketagihan adikku sayang, lakilaki itu meski telah beristri beranak bisa bermuka dua tanpa bercermin sejenak menjadi sosok dewasa nan bijaksana pahlawan bagi seisi rumahnya tapi juga menjadi kanakkanak merasa tualang sebatas permainan bila bosan pergilah dia ke tempat lain atau pulang karena istri jadi ibunya adikku sayang, berhentilah memuja belai kasih berbaur liar birahi buas memangsa jiwa sebab pemujaan itu perbudakan kau kira kasihsayang telah dihadiahkan tapi ternyata kau cuma obyek tualangjalang adikku sayang, berhentilah mencari belai kasih seperti musafir dahaga di padang pasir padahal kau terjebak di belantara jiwa dihuni srigala berbulu gembala adikku sayang, kau jauh dari para penjaga lakilaki tualang suka menyamar seperti penjaga dambaan jiwa berimu perhatian serta sejutapujian kasihsayang seolah memelukmu terlena dirimu, terlelap dalam buai buaya lantas kau dilahap bulatbulat bila bosan dia akan tampilkan sejatinya status suami dan ayah jadilah alasanutama padahal api birahi tengah membakar lainnya adikku sayang, segera ambil peta dan kompasmu lihat di mana matahari terbit terbenam tandai jalanjalanmu sebagai peringatan agar kelak kau sampai pada keluhuran adikku sayang, ini nasehat terakhir sebelum aku menyingkir jauh darimu, demi diriku menjadi adanya sadarilah, hidup hanya sekali umur tak bisa mundur tenaga bisa kendur raga pun luntur selera lakilaki sering pada segarbelia dambamu ketulusan kasihsayang jadi bumerang bila kau boros diri, meranalah masatuamu ******* babarsariyogya, 28 februari 2005 UNTUK APA rembulan menggigil sembunyi seorang perempuan menculik menodong beberapa lakilaki dengan senjata: for love or money 2 the power of love, or the power of money keagungan cinta puncak penciptaan: perempuan ataukah pesona uang : duajuta dolar amerika harkat diri tak lagi dipeduli meski sakitluka hati ditoreh bulan menolak bukan menyakiti di hadapan jejuta mata demi cinta, ataupun demi harta pengorbanan, ketulusan, kegigihan tebalmuka, manismulut, hangatlaku pada akhirnya keberuntungan itu utama ataukah sesungguhnya jodoh seperti judi? ******* babarsariyogya, 22 februari 2005 agustinus sisipkan jam 12:34 AM. Saturday, February 19, 2005
Waktu Tak Lagi Membatu Langit legam Bulan kelam Lampujalan buram Rintik menggelitik Rodaroda sanasini Keretaapi berlari Kakilima menanti Gesang menyanyi Payungmerah basah Piring terancam Pecel tahubacem Empatkali jumpa Batuwaktu pecah Masalalu kenang Kini merindu Masadepan khayal Kasihsayang untukmu Sukses selalu Doaku bertalu ******* joglo, 17 februari 2005 agustinus sisipkan jam 2:00 AM. Wednesday, February 16, 2005
Pelangi itu Telah Hilang malam itu kau bilang, "aku ingin melihat pelangi." kalimat terakhir setelah kubiarkan kau gugat aku dengan tanya "kok tidak menyapa aku?" lalu ngomong iniitu yang kujawab satukata satukata serta lama kubiarkan tanpa kata kau tutup dengan ucapan selamat bukan cuma sejak malam itu bukan lantaran seseorang di sampingku aku sudah tak tertarik pada katakatamu katakata kosong tercurah percuma tak jauh beda dengan yang dulu malam itu kau ingin melihat pelangi silakan, silakan, silakan cari saja, lihat saja tak usah bilang pun, tak masalah aku bukan siapasiapa juga bukan pemilik pelangi itu atau sebenarnya, kau hendak ingatkan sebuah kenangan ? beberapa malam lampau pelangi telah dibawa parakelelawar kabur entah ke mana hingga tak akan kembali lukis longitudo cakrawalaku lagi ******* babarsariyogya, 2005 agustinus sisipkan jam 4:48 AM. Saturday, February 12, 2005
Si Cupid Mondar-mandir di atas Monitor si cupid mondarmandir di atas monitor sesekali menengok pengguna internet menerjemahkan bahasa wajah sesekali menjenguk tayanganlayar membaca apa yang sedang dibuka si cupid mondarmandir di atas monitor memegang busur dan anakpanah hati sepi atau jiwa tualang adalah target utama ******* babarsariyogya, 2005 Guratan Pecah di Gebyar Pelangi ada guratan pecah di gebyar pelangi kala kepingan kasih dari pepuing rasahati silam kita punguti, kumpulkan, susun seperti sedang diburu laju sang waktu ada guratan pecah di gebyar pelangi menerjuni angkasa, langitlangit menyerbu, menyerang kemeriahan jiwa bersatu menjadi beribu tanya laksana anakanak panah kulihat mereka melayang ke arah kita satu dua tiga dan seterusnya mana perisaiku mana pedangku untuk menangkis untuk menghadang untuk mematahkan tanpa elak, hindari kenyataan ada guratan pecah menjadi anakanak panah menerjuni angkasa, menghujani kita tapi kulihat kamu terus melangkah bahkan berlari sembari bernyanyi ceria berputargirang, menaririang kelilingi aku masih tercengang di naung gebyar pelangi ******* babarsariyogya, 2005 Panah Cinta panah cinta menembus dinding dinihari menghujam jiwaku dalam buaian mimpimisteri ******* babarsariyogya, 2005 Rinduku Mengalir pada Peta Butamu harus kularung ke manakah rinduku padamu sedang letak lautmu tak terpeta hanya anakanak sungaimu pasang, surut mengalir, mengering harus kujawab bagaimana kejujuran rinduku sedang dirimu datang tergantung gelombang muncul, tenggelam bernyanyi, bersembunyi andai tak kuhirau serakparau ombakmu kelak kaubilang diriku ini cuma angin hembuskan hasrat lalu lenyap hembus lagi, hilang lagi perasaan jadi permainan andai terus kutunggu hingga petamu nyata harus sampai berapa lama lagi aku menanti berhenti alirkan seluruh rinduku pada peta butamu ? ******* babarsariyogya, 2005 agustinus sisipkan jam 6:06 PM. Wednesday, February 09, 2005
Yang Terindah
: kado valentine dari Aang untuk Ade kurasa diriku masih lelap dalam mimpi dari getaran senar gitarku di pasar remaja kemudian kecupan kening di gemericik sungai mengalir kemilau senja di pantai airtawar hingga memijar fajar di lapangan gazebo terukir indah dirimu pada pualam hatiku liukan lembut rambutmu. teduh tentram tatapmu. sentuhan syahdu bibirmu. semerbak wangi tubuhmu. maka saat di nun jauh aku dirundung rindu padamu kulihat langit, dapati dirimu dengan sekuntum senyum yang terindah adalah cintamu, duhai dermaga jiwaku the love you keep inside the love you keep for me* ******* babarsariyogya, 8 februari 2005 *) secuil lyric sebuah lagu sayba agustinus sisipkan jam 3:21 AM. Tidak Merah Jambu langit matahari rembulan atasku tidak merahjambu tidak seperti langit matahari rembulan atas mereka langit matahari rembulan atasku legamgelapgulita hitamkelammerata namun hatiku rasaku semburat merahjambu terukir namamu ******* babarsariyogya, 8 februari 2005 agustinus sisipkan jam 3:20 AM. Friday, February 04, 2005
Sayap-sayap Senyap
: pesanan adikku untuk pria kesayangannya surya timur belum melulur lawu senandung unggas liar riang semarak berpadu suarasuara hewan ternak derap langkah orangorang menuju sawah ditingkahi tarian bebatang padi bergelayut embun meriahkan awal hari di dusunku donal bebek darimu, hadiah harijadiku masih pulas dalam dekapanku si pinky tergolek di sisiku, menanti kecupan hangatpagi aku belum ingin pergi dari mimpi, mimpi yang (nyaris) sempurna tentang kemarin, semua tentang kita harihari selagi kamu rajin kunjungi aku dengan sekuntum senyum dan pesan singkat lebih semarak daripada suasana pagi di dusunku bahkan meski jumpa kita seperti tom and jerry tapi saat bersamamu sungguh bahagiakanku ah, mimpi ini, bagai jemari terlatih membuka lipatanlipatan kejadian lampau terpatri dalam lempengan emas jiwaku temani aku kala kulena kala kulelap setelah lelah terjemahkan diam jejakjejak tanyamu di manakah aku telah berpijak, tinggalkan diri yang dulu surya timur perlahan mendaki lawu hangat telapak tangannya mengusap pipiku gugah nyenyakku lewat jendela kamar singkirkan mimpi ini, ingatan itu suguhkan sarapan seloyang bayang dirimu tegar berdiri, segar berseri sembunyikan jawaban, risaukan renungku o bayang dirimu menyengat jiwaku menyulut rerimbun sekam rindu seketika aku bangkit, berlari menuju cermin untuk bersolek, songsong dirimu ah, masihkah mimpi kala kulihat cermin terbelalak dan ternganga : sosok selma karamy terjelma dia bukan aku ! aku bukan dia ! namun rerimbun rindu sematkan sepasang sayap di punggungku sepasang sayap, o sepasang sayap seret sukmaku ke jendela, ke luar ruang sadarku (sebab aku bukan boneka, kaku, bisu dan mati) libasan angin sunyimu lambungkan diriku tinggi lebih tinggi makin tinggi terus tinggi lagi t i n g g i i iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii sekali menuju awan yang memayungimu di bawah pijarpijar surya timur di antara puingpuing puisi sang nabi o sang pesona yang sudah sulit kusentuh di manakah kini bawa jejuta jawaban tentang perahu rindu yang ‘kan berlabuh di dermaga manakah tapi kamu terus saja diam, simpan jawaban - - - ada apa denganmu sementara sayapsayap rinduku masih mengangkasa terombangambing permainan angin sunyimu entah sampai kapan ‘kan mendarat pada realita adamu bukan sekadar impiansepi andaikan sayapsayapku patah terhempas kembali di kaki lawu, mungkinkah telah dapat kugenggam seluruh jawabanmu *** februari 2005 [kurangkai aksara ini sembari dengar lagulagu Peter Pan dan ingat satukarya Kahlil Gibran] Jumpa Pertama maaf kala jumpa pertama kusengaja berpurapura dengan keminderan pemula sampai seperti sesali diri dan kau nasehati aku seperti peri bersayap merpati tentang hakekat diri tentang hargai kreasi namun kemudian kau sewot seperti fidel castro kebakaran jenggot ketika kuungkapkan sejauh mana jejak imajiku melintasi jalanjalan terjal menuju puncak adikarya intelektual meski aku terhenti di telapak kakinya hingga saat aku hendak menjelajahi pecahanpecahan pelangi kotamu hendak punguti pesonamu menggenggamnya eraterat tetapi kau keberatan teringat jumpa pertama seperti seupil trauma kau sangka aku kembali dusta kau marah aku mandah berakhir di ujung nadir jumpa pertama dan jumpa tak jadi sesahkan langkahlangkah mengentah arah maaf, kita sudah tiba di mana? ******* Kecanduan Kecupan masih lekat terpahat dalam ingatan, kau (gadis kota) ajarkan aku (pria desa) terbiasa bersapa denganmu berbumbu kecupan bak kerinduankerinduan sepasang kekasih yang berlaksalaksa warsa dilerai oleh amukan sejuta topan badai berderaiderai tak bertepi tenggelam dalam dasar samudera kesepian masih kuraba perjalanan abstrak melalui jembatan imajinasi sebab kecupan kian menjadi candu menagih diri kita, seluruh rasa kita tersihir menuju sentuhan yang lebih yang entah sampai kapan merintih getarkan sendisendi semadiku kesunyian yang selalu menemaniku masih kudamba kesejatian kasihsayang tak sekadar kecupan atau sentuhan apalagi antara aku dan kau belum bersepakat cinta ******* Tak Usah Sesali Layang-layangku telah kau terbangkan layanglayangku tinggi, layari langitlangit mimpi orangorang di bawahnya, bungabunga menyeruak merekah meriah hingga semburat senja mengusap pipipucatmu jemarimu lekas lepaskan benang kau berlari sembari bersenandung riang bergirang lincah tarikan langkah layanglayangku ke segala arah hinggap di pelabuhan awan satu terbang lagi hinggap lagi pada pelabuhan awan lainnya terbang lagi hinggap lagi terbang lagi hinggap lagi terbang lagi entah kemana angin akan melesakkannya sebab kau telah tak pedulikan lagi seketika terbukalah mataku menatap pada layanglayangku menoleh pada bayangbayangmu senyap sudah senandungmu lenyap pula senja di ujung jejakmu : tak usah sesali rencana yang belum usai ******* Garis-garis Misterius tak ada yang pernah tahu tibatiba garisgaris membentuk tegaklurus pada depa papan berkertas kotakkotak biru melintaslah matahari menetaslah rembulan di atas atap diantara canda renyah hingga garisgaris diri singgah pada depa papan berkertas kotakkotak biru ada garis di kening melengkungkan alis menjelma tandatanya garisgaris seriuskah? garisgaris isengkah? tak ada yang pernah mengerti -- kesepakatan mendahului dialog hati tibatiba garisgaris membentuk misteri pada pesanpesan menyapa sunyi sampai terjawab di serambi mimpi -- mimpi perih terlalu dini : diamlah ‘pabila tiada arti maka jelaslah kini bahwa garisgaris sudah berhenti tinggal goresan senyap membekap bibir menjinakkan jemari di balik tabir meski tiada yang pernah mengerti justru itulah yang benarbenar terjadi biarlah garisgaris itu misterius bersembunyi dalam genggam kebisuan ******* Perpisahan Denting Piano denting piano menggiring gaun pengantinmu gugurkan dedaun reranting kelopak kering terpelanting, terbanting, terbaring menutup jendela pintu lapuk mengatup bibir batin antara kita mengunci gerbang matahari tinggalkan angin bergetar menampar dinding beku kau tertegun aku terngungun sejak itu kesunyian menjurang kebisuan bahasa berbondong membopong mata merongrong kerongkongan kosong memberondong telinga menganga benarbenar datar angin gemetar benarbenar dingin piano berdenting hening bening sirnalah sinar pualam senyummu dulu pudarlah pelangimu lenyaplah liuk lenteramu gelaplah gelap pemisah suara aksara, bahasa kita gaun pengantinmu bergeming diantara dentingdenting piano ******* babarsariyogya, 2004 Lesung Pipit Hatimu ada keindahan yang melebihi pelangi menelikung sajaksajakku menjadi debardada gelisahrasa lihat lesung pipitmu diukir senyuman berhias bahasa hati, menyejukkan bergirang kidung kekanakan raja daud raja imut kingkong badannya besar kereta api surga ada cermin batin di hadapanku tergambar diri menghindar amanat iman ingin menjadi serupa siapakah aku lelaki melupa takdir lemah diri, merasa perkasa namun bila kusadar diri pecundang sudikah kamu jadi penolong bagiku seperti titah awal kejadian maha karya-Nya ******* babarsariyogya, 2004 Harapan dalam Secangkir Sunyi kau tuangkan harapan dalam secangkir sunyi ‘tuk legakan dahaga rinduku *** bumiimaji, 2004 agustinus sisipkan jam 2:41 AM. Monday, September 20, 2004
Cintamu ya Cintamu, Agamamu ya Agamamu
Kawan, Aku salut pada kejujuranmu Kecerdasanmu Sekaligus aku heran, Kawan Oh ya? Kau kok bisa bangga nulis Tentang akhlakTentang suci Tentang gaibTentang Sang Maha Penyayang, Sang Maha Setia Dan, Dengan bangga mengaku punya kekasih gelap Seseorang selain kekasihmu yang semula kau banggabanggakan Bukankah itu pengkhianatan? Aku terkejut, Kawan ! Kawan, Bicara tentang agama, Tentang kesucian, Memang mudah Kau memang fasih sekali Tapi, Sekali lagi tapi… Bagaimanapun, bagiku, apalah faedah Semua pemahaman Semua teori Semua isi otak Muatan seabrek dalam tempurung kepala Jika ternyata kau tak kuasa mengendalikan keliaran jiwa tualangmu Berlari laksana kuda binal naik birahi Tambah pasangan demi mencari sesuatu atau kepuasan tertentu Atau bagaikan anjing betina di musim kawin (Kasar ya? Pengkhianatan itu kejam, tahu!) Sungguh, Belum juga kau menikah dengan kekasihmu, Di lain saat kau membuka jendela untuk orang selain kekasihmu Kenapa bisa begitu, Kawan ? Apakah bagimu penyelewengan emosi semacam itu bukan suatu pengkhianatan? Bagaimana kalau kalian telah menikah, Melangkahi angkaangka tahun yang penuh kenyataan Dan ketika kejenuhan semakin memperkeruh jiwa tualang ? Coba, kalau berani, kau ungkapkan pada kekasihmu -- Seperti dengan bangga kau kisahkan padaku -- Bahwasannya kau memiliki kekasih gelap Apakah kekasih terangmu akan senang mendengar pengakuanmu ? Kawan, Bagaimana pula andai kekasih terangmu pun menyimpan kekasih gelap, lalu ia mengakui hal serupa? Apakah kau akan berbahagia serta bangga pada kekasih terangmu tanpa secuil api cemburu? Apakah tidak masalah jika kekasih terangmu pun punya selingkuhan ? Ah, jujurlah, Kawan… Kawan, Kau pasti menilai agamaku adalah kafir atau syirik atau bidah, Sehingga pemahaman tentang cinta pun kau nilai tidak bermutu (Aku pun bisa menilai agamamu itu payah, kan ? --- soalnya, ada orang yang menilai agamaku dengan kacamata agamanya sendiri, padahal aku juga bisa menilai agamanya dari kacamata agamaku) Tapi, maaf, apalah arti penilaianmu jika ternyata kau masih membiarkan keliaran jiwamu melukai, mengkhianati hakikat cinta sejati dari Sang Maha Pengasih, Maha Adil, dan Bijaksana Dengan penuh kesadaran kaupersembahkan jiwamu pada perselingkuhan maya Yang sama sekali bukan tindakan bijaksana, adil, dan penuh kasihsayang Kawan, Di lain pertemuan kelak, Tak usah lagi bicara soal Kebenaran Agama dan Tuhan padaku, Sebab, He he he… Kau pasti hafal pada nama Adam dan Hawa, kan? Nah, coba kau renungi baikbaik sebelum merasa diri paling beragama Sejak semula, menurut suatu agama, manusia diciptakan hanya Adam dan Hawa -- tidak ada Sri, Inem, Atun, Zaenab-- Adam tidak pernah mencintai perempuan lain atau hewan selain Hawa, Hawa tidak pernah mencintai pria lain atau binatang selain Adam Bagaimana, Kawan ? Masihkah kau akan membela dirimu bahwa perselingkuhan maya adalah sahsah saja ? Barangkali kamu bilang kekasih terangmu itu kurang begini kurang begitu Sedangkan kekasih gelapmu itu lebih begini lebih begitu -- kelebihan yang tidak dimiliki oleh kekasih terangmu -- Begitu? Memangnya kamu sendiri serba punya kelebihan ? Sudah pernah bercermin di comberan depan rumahku ? Nah, Kawan Kalau kamu masih membela diri sedemikian rupa, Maka, di sini, saat ini dan seterusnya, Aku pun akan jujur padamu, Kawan : omong kosonglah seluruh ludahmu Tentang Agama, Tuhan, Kesucian, akhlak, alasanalasan membela diri, hidup penuh ucapan syukur, dan lainlain yang tai kucing itu. Buang saja busa bunga busuk bacotmu itu, Hewan ! ******* bumiimaji, September 2004 agustinus sisipkan jam 5:34 AM. Wednesday, September 15, 2004
Luka : Suatu Pilihan
luka menjelma kurungan menyala masalalu membelenggu kakirasa sedang belaihangat fajar selalu ada berbuai senandung burungburung mengipas embun simpan airmata luka terhidup oleh mata bertembok dindingdinding membutakan kian kokoh oleh keangkuhan memandang diri benar, bertahta mestinya luka adalah suatu pilihan ibarat memilih geram dieram penjara ataukah girang di taman lapang ******* bumiimaji, september 2004 Elegi Cinta dusta menista cinta belaian menyelipkan belati luka memperpanjang duka egoisme melestarikan elegi *** bumiimaji, september 2004 Bayangkanlah Bila… Bayangkanlah bila aku datang pada kelam malammu. Merobeknya dengan busana bercahaya, senyum bersinar. Kamu akan berseri-seri; rembulan bakal iri Bayangkanlah bila kemudian kukecup keningmu lembut dalam hitungan lamban. Lihatlah bungabunga di tamanmu akan gelisah, cemburu. Sebab, bukan bunga yang membuatku terpesona dan ingin menciumnya, namun dirimulah yang senantiasa memperindah, menyemerbak harihariku. Bayangkanlah bila usai mengecupmu, tibatiba kereta api jayabaya minta jatah di sebidang pipiku... ah ah ah… *** Bumiimaji, agustus 2004 Akhir Juni hitam menyambut dingin akhir juni basabasi membisu menepis mimpi beku laku di naungan langit legam *** bumiimaji, akhir juni 2004 Sisa Senyummu : untuk seseorang sisa senyummu terselip di ingatanku mengulum, melumat remah renyah tawa burung bulbul berbusana bulan anakanak sunyi memetik senar gitar mengusik selasela bibir merahmu merekah basah dicumbu cahaya bulan pada penghujung jurang malam siapkan kisahkisah pemapah kantukmu di kelam malam menelan mata mematuk kelopak cakrawala terkatup menutup realita terkuak menatap jejuta mimpi simpan dulu seluruh ranah ramahmu demi menyongsong sapaan fajar hiasi matahari dengan senyummu kuingin kembali simpan sisa senyummu dalam saku sanubariku ******* degul-babarsariyogya, 21 juni 2004 Tsunami dalam Jiwa : catatan seorang sahabat tsunami tetiba melanda jiwa saat sosok dirimu datang berdandankan cerahceria di rona wajahmu menambah cerlang lampu TL yang sedari senja menyiram panci bubur kacang hijau, gelasgelas sujud, berbungkusbungkus mi instan, bergenggenggamgenggam gorengan. samudera jiwa pun bergolak girang, gaduh gemuruh riuhi rongga dada, seketika katakata kehilangan aksara, lantas gelisah berbaur bingung menyerbu, mengerubung dan mengurung relung rasaku. o pesona, hadir, banjiri palung hati menarinari di gerai gelora gelombang jiwa o pesona, renyah suara segera menggema membungkam deburdebar sanubari tiada puisi tersusun indah dan terbaca syahdu, kecuali membiarkan tsunami menyihir jemariku memahat pesonamu yang telah melumat senyum rembulan. ******* bumiimaji, juni 2004 Harapku : catatan seseorang sahabat dekaplah, sayang buat aku tersenyum bila aku lelap tetaplah di sini untukku *** 28 Desember 2002 (makasih, Bowo) Kembali ke Jalanku jadi : kita berpisah di bibir sumbing -- penting kutegaskan ! -- baiklah aku tak akan lagi menjamu senja kencana hidup tak harus menuntut kegemilangan relakan masa keemasan tenggelam mahkota kehidupan sejati di tangan Tuhan : kusadari hidup bisa redup lihatlah, jemari fajar melukis jendela embun tampakkan goresannya kini kusiapkan peta, kompas dan lentera aku kembali ke jalanku jejak telah menyimpang; alurtimpang apa boleh buat malam telah menelan mata dinihari sesatkan akalsehat lenteraku pernah padam tertiup tipuan sesal sesaat, bolehboleh saja sesaat, bukan seterusnya perjalanan ini ada lanjutan (setelah tertunda oleh fatamorgana) semoga jiwa benarbenar legawa sebab debu sudah dikebaskan langkah masih harus didayung bungabunga pun selalu berseri ruparupa dibedaki matahari pagi di tepitepi bisikan kaki perpisahan; satu kilan terlampui jangan menoleh ke belakang : kutukan tiang garam ! keresahan tanpa isak asli senandung sabana nun di sana biarkan saja di hadapanku matahari tersenyum aku ingin sambut senyumnya; bisa? jalanku menunggu elusan kakiku tujuan: ke arah barat laut di samping bayanganku sendiri kuharap tiba jauh sebelum senja sebelum bungabunga mengatup kelopaknya ******* babarsariyogya, 25 mei 2004 Puisi untuk Roro (2) Hallo Rosuroheart ! Sejak dahulu beginilah cinta deritanya tiada akhir Tahukah kau betapa dalam dan tulus cintaku ini, Ro ? begitulah, ro raungan cinta seseorang (tidak jelas jenis kelaminnya) tibatiba menggedor layarmonitor wajahmu ukuran pasfoto meneror sudah kutataulang menu kompieku kupakai petugas kebersihan kawakan pakar amerika, mc afee kudatangkan namun tetap berhasil lepassensor kekasihmu menyelinap dalam sistem membuat clean error, bikin horor begitulah, ro hasrat cintanya menggebugebu entah kausambut, entah tak gubris dampaknya betapa gawat bolehkah kutahu apa sebabnya? apakah karena kautolak cinta si jenius? ataukah si jenius sengaja proklamirkan bahwa kau adalah miliknya? sampai harus merasuki kompieku? apa gunanya kutahu? apa peduliku? apalagi kau dan aku berbeda jalan begitulah, ro derita cinta tiada akhirnya muncul lagi menghantui kompieku tahukah kau akan ini semua? *** babarsariyogya, 20 mei 2004 agustinus sisipkan jam 1:21 AM. Monday, August 23, 2004
CINTA ITU FANA
cinta itu fana, kawan seperti musim, jiwa kelana bersemi cinta bersama waktu ia 'kan layu siapa yang bisa jadi tauladan? poligami porakporandakan rencana pesta perak berderaiderai airmata sang dewi perempuanperempuan sejati mana sudi tapi lakilaki menjadi budaknafsu sendiri membela rajalibido melebihi rasio dengan mengatasnamakan cinta ah, masih saja doktrin poligami dipertanyakan atau poliandri perempuan pemuja orgasme bertubitubi padahal belati siap melahirkan lukaperih 'pabila cinta menawarkan jalan lain ujilah ia dalam waktu tak sekejap karena rasa adalah fana, sefana raga cinta bisa layu di tangkai berahi daundaun raga terkelupas usia syahwat menjadi bunga, gugur ditiup masa maka cinta itu fana, kawan tak ada yang abadi dalam rasa *** agustinus sisipkan jam 1:12 AM. Monday, May 17, 2004
DOA YANG TERLUKA
darah Sang Suci airmata Cinta Sejati basuhlah seluruhluka ini pulihkan seperti sediakala agar segala syukur itu tiada cela *** mei 2004 agustinus sisipkan jam 1:48 AM. Adam dan Adab
bila lelaki teguh berpegang pada setia berpegang pada kata cinta yang terucap --jatuhbangun, pedihtegar, sakitsenyum-- kenapa justru dianggap melankolikanakkanak? bila lelaki labil mengoleksi perempuan berpegang pada ego libido yang licik --tebarpesona, obralrayuan, jelalatan-- kenapa justru dianggap: itulah lelaki sejati! bukankah Adam hanya mencintai Hawa tanpa curicuri cumbui gorila atau kera? lantas, apakah peradaban modern itu lebihmulia lebihberadab daripada peradaban Adam? ******* 17 mei 2004 agustinus sisipkan jam 12:48 AM. Sunday, May 09, 2004
HANYA SAJAK
CUMA PUISI JANGAN PERCAYA PADA KATA BERUKIR JANGAN PEDULI SYAIRSYAIR BERGULIR CINTAKASIHSAYANG TAK ADA DI SINI agustinus sisipkan jam 8:47 PM. Wednesday, May 05, 2004
Nyanyian Rembulan Bawakan Bunga
nyanyian rembulan getarkan malam pejalan sunyi pulang ke semadi bukubuku usai mencari kepingkeping angin terserak semarak di pekarangan zaman memutar fakta dan fiksi silih berganti posisi mencipta catatan hitamputihkelabu bertabur bunga bertabur duri susupi poripori imajikata imajirealita tertatih kadang tegar gelarkan permadani lebar pahatkan jejakjejakjelaga o malam selamatkan aku dari rasa sepiku yang selalu datang di setiap tidurku o waktu berikan aku apa yang kurasakan yang selalu kurindukan arti hadirnya dirimu bawakan aku bunga tak seperti mereka berikanku cinta yang selalu berbunga bawakan aku bunga tanda kasih setia berikanku cinta untuk selamanya *) garisgaris melodi jadi titian kaki pejalan sunyi telusuri intisari injuri ternoda noktah tawa titiktitik senyum mendupai ikhtiar dalam relungrenung dalam palungpikir dalam lagunafas dalam guraturat dalam tetespeluh obsesidirinya mendamba fajar mendahaga embun selagi atapangkasa dinaungi tiangtiang api dan lentera merpati atau lentikbara jiwa digentayangi tarian ilusi tayangan fatamorgana firdaus saujana bersenandung kidung ular tedung beraroma kecubung berguyur serbukcandu narsisius ambisius berperisai apologitendensius menyublim panjati dindingdinding instana ratumalam yang masih dininabobokkan nyanyiannya langkah pejalan sunyi terhenti tertegun pada layarmata sendiri sesuatu telah terjadi menjadi jadi di ? tapi tualang harus terus dilakoni karena jalanjalan di depan masih menanti sampai tanah merengkuh ode ataukah elegi ataukah pestapora ataukah kertakgigi tanpa nyanyian rembulan matahari lagi [babarsariyogya, 5 mei 2004] *) lirik lagu karya Erik Soekamtie, Yogyakarta untuk soundtrack film “Bawakan Aku Bunga” persembahan Just Kidding Video Explore agustinus sisipkan jam 4:34 AM. Puisi dari bawah Baling-baling Kipas Angin
bayang balingbaling kipas angin berputar konstan di bawah plafon memutar mimpi, harapan, kenyataan, kenangan samarsamar memancar sekuntum senyummu menyejuk kemarau di jiwa papa masih terasa sekali hampa di detak waktu gemetar rayapi tebing sunyi jurang prasangka menganga melerai rasa menyita rindu gugurkan kelopak senyummu terhempas ditimpa putaran bayang kipas angin ******* babarsariyogya, 26 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:33 AM. Friday, April 30, 2004
PUISI TADI PAGI
tadi pagi (tanpa tunggu prenjak nyanyi) sudah kusiapkan setangkai puisi untukmu untuk lengkapi fajar ungu yang tersesat dalam buku tadi pagi yang kita sepakati janjijumpa di jendelahari denganmu dengan pipi merahjambu yang terpahat dalam kalbu (matahari luruh dalam rengkuhan) ******* babarsariyogya, 28 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:38 PM. PAGI MENANTI
Ada soraksorai sepasang prenjak Di antara sunyi desah dedaunan : sambut dirimu-kah? Jarumjam merajah pelupuk mata Terpampang gambar dirimu Menatap tanya kesendirianku Menanti sejatimu hadir Tepati janjijumpa Getarkan tirai pagi : apakah itu pun kaurasa? *** babarsariyogya, 28 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:35 PM. Ada yang Tertinggal
ada sesal tertinggal dalam relungrenungku ketika punggungmu menatapku, bergegas menyongsong matahari yang beranjak semarak seperti harihari lampau alangkah tak kuasa kutahankan langkah jarumjam menjerat tapakkakimu mengayuh tanggungjawab intelektual dan cintakasihmu pada harapan perempuan ada ruangkosong m e n j u r a n g jarak bahasa tanpa kata tanpa bunyi, hampa menerpa padang kemarau, menggusur persentuhan hangat kita, gugurkan bungabibirmu betapa kata kurasa gagal tunaikan tugasnya, sebab hati masih saja bertanya pada angin dan debu kenangan, bukan membiarkan kalbu kuakkan kehendaknya mungkin hanya puisi yang bernyali, menyapa jendelajiwamu, memasrah dirinya pada kehendakmu, berserah dengan penuh sadar akan hakikat realitas hidupnya *** babarsariyogya, 28 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:29 PM. Drawing
merahbaju dipeluk jakethitam datang tanpa sorakan prenjak tanpa lenggaklenggok kupukupu mengetuk pintupagi perlahan terhampar gambar perempuan hitamberarsir pada bidangputih merengkuh grogi gigiti kata *** babarsariyogya, 27 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:25 PM. Selarik Luka di Wajah Rembulan *
Temaram lampu lansekap dicium Seekor belalangbau tersesat mimpi Di balik dedaun ceri mengatup diri Malu kepada pergunjingan katak Riuh di kejauhan Sembunyi dalam kegelapan Sebab wajah rembulan menitikkan Darahnanah dari selarik luka nganga Menimpa pipi cembung lampu lansekap T e r g e l i n c i r dalam palung jiwa sunyi *** babarsariyogya, 22 april 2004 *) ide puisi dari Tiara MT (Singapura), dengan judul asli "Ada Luka di Wajahmu" agustinus sisipkan jam 4:15 PM. Thursday, April 29, 2004
Sajak Cinta yang Tak Kau Suka
ada banyak sajak cinta jejali mata sumpali telinga pada daun, batu, kulit, kertas, kain, kaca, dinding, kaset, layarkaca, compact disk sajak cinta banyak sekali menggali saripati rasa nurani beraneka ragam dan tema magis tragis sinis romantis melankolis cintaasmara sepasang manusia tiada jeda, tiada henti sejak awal asmara tercipta hingga kapan manusia tiada tak peduli orang tak suka, bosan entah ada cemburu, iri sakit hati, terkhianati cinta tak kenal rumus eksakta kebebasan tiaptiap jiwa menguras rasa mengentas kata cinta menurutnya apa yang dialaminya abaikan matamata suka tidak suka jadilah sajak, bahasa jiwa sajak ini bukan sajak cinta. sukasuka! ******* babarsariyogya, 2 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:05 AM. Wednesday, April 28, 2004
Sepasang Mata
1 nyamuk menari usik kesendirianmu menanti si-apakah yang mengelus lamunanmu berlumur lampu neon kelelawar berkelebat melintasi bulu matamu menjungkal lamunan terkapar menatap nanar 2 senja sedang bersolek di sudut barat gerbang berpagar tempat kau tertegun saat sang penampak berlalu menjawab panggilan pulang tiada senyum mekar berpijar tatapmu mengejar sepasang mata untuk meraih abstraksi yang kau enggan kehilangan pada sepasang kaki tertatih 3. seperti nyamuk, kelelawar, rembulan merangkul atap rumahmu senantiasa ada busarindu membuih di pinggir sanubari bertabur mimpi sunyi berseling igauan katak di kejauhan entah sampai kapan sepasang mata akan singgah bersanding tanpa sandiwara bersamamu mendekorasi galaksi ******* babarsariyogya, 15-16 april 2004 agustinus sisipkan jam 12:29 AM. Hening
Telah membisu Nyanyian kepak kupukupu Di selasela sepohon mengkudu ******* babarsariyogya, 16 april 2004 agustinus sisipkan jam 12:28 AM. Sunday, April 18, 2004
KACABENGGALA
mawarmerah bertangkai kering merambati dinding kala hening kelopaknya bentangkan kacabenggala berpanorama dimar senja yang renta "bawakan aku bunga *," bisiknya, "sebelum rembulan menelan mata." ******* babarsariyogya, 14 april 2004 *) judul film indie bikinan orang Jogja agustinus sisipkan jam 4:04 AM. Puisi Cinta dari bawah Payung Pohon *
ini pasti puisi cinta percaya, nggak percaya ada bukti, juga saksi : pangkuan kursikayu panjang dan payung pohon rindang itu sepasang mahasiswa yang mahasiswi cantikjelita riuhrenyah candanya cairkan matahari tengahhari seperti sering orang kata “mesra asmara bagai dunia milik berdua.” ya memang begitu adanya bintang pun dipaksa turun cantik sungguh cantik cerah kulit saing matahari riangriang saing beburung di dedahan tiada sangka berkecup di balik majalah remaja betapa matahari tersipusipu pelangi terburuburu datang o cinta, alangkah meriah segenap jiwaraga berpesta tapi tetiba matahari berantakan kala mahasiswi bilang, “asu bajingan !” ******* pasti-babarsari, 15 april 2004 *) diiringi lagu “I’m All Out of Love”-nya Air Supply agustinus sisipkan jam 4:03 AM. PERCERAIAN
Apa yang terlihat ketika acara akad nikah? Kitabsuci, Nama Allah Saksisaksi, mahar mewah Wajahwajah tegang, tersenyum, terharu Ketika bahtera janji arungi samudera nyata Bulanmadu telah habis dicabik waktu Egoisme dan kepongahan diri tegakkan tanduk Laga lidah, tarung kata dipicu rasa salingkecewa Apa yang teringat ketika cinta jadi jibunan puisi Atau janji ditutur di depan Ilahi, Kitabsuci, saksi? Kini jelma rasa saling takpuas pada pasangan Kekurangan jadi bolaapi, keretakan tagih janji Banyaksebab bisa disketsa jadi dalildalil dalih Perlihatkan seolah perahu cinta sudah parah Padahal sematamata egoisme yang pongah Selain derita lukaraga dari silang polah Perceraian itu pencideraan janji atasnama Ilahi Dan penganiayaan keji terhadap perikemanusiaan Terkecuali nyawa berpulang kepada Sang Empunya Atau pengkhianatan tikam tengkuk kesetiaan ******* babarsariyogya, 15 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:02 AM. SAJAK PENANTIAN
aku di sini di tepi telaga hatimu kuingin kelak tenggelam larut dalam sukadukamu ******* babarsariyogya, 15 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:01 AM. JEMBATAN MAYA *
jembatan maya yang terbangun hubungkan dua hati nan sunyi lewati jejalan penuh sembilu menuju taman jejuta bunga bukan surga laga keriskata meski kisah rekayasa belaka sanggup singkap lembaran album memerahjambu tingkap malam ******* babarsariyogya, 15 april 2004 *) terinspirasi dari film “You’ve got a Mail”, yang dibintangi oleh Tom Hank dan Mac Ryan. agustinus sisipkan jam 4:01 AM. SUARAMU
suaramerdu sambut sepotong sapa memancar dari rekah bibirbungamu lebih semerbak daripada sedapmalam di pinggir pertigaan kau berhenti siapkan sekuntum senyum ranum namun rodamesin segera merampasnya ******* babarsariyogya, 14-15 april 2004 agustinus sisipkan jam 4:01 AM. Friday, April 09, 2004
Aku Tak Ingin Berimu Puisi
aku tak ingin berimu puisi sejak katakata jadi kedok belaka berdusta dengan dekorasibahasa aku tak ingin berimu puisi hurufhuruf kususun tanpa sayap kusajikan di mejajumpa kita aku tak ingin berimu puisi kumau berkatakata berkacabening muslihatkata adalah kejahatan aku tak ingin berimu puisi makna puisi seringkali berapologi meski kebenaran dituntut siapa saja aku tak ingin berimu puisi katakata berukir bisa dipelintir angin kenyataan harus dipahat tindakan aku tak ingin berimu puisi kau bukan pengemis kataberbunga biarkan waktu uji segala kemurnian : kuingin kau tahu, kaulah puisiku *** babarsariyogya, 27-28 maret 2004 Sajak Jalan Setapak jalan tuju rumahmu yang kutempuh selebar sehelai rambut dibelah tujuh kau akan lihat akrobatik dialektika sulapan realita dan manuver logika hanya demi raih senyummu, dinda sentuh seutuhnya, simpan di dada : kembali remaja, betapa ajaibnya *** babarsariyogya, 30 maret 2004 Sajak Cinta dalam Semangkuk Siomay gadis rambutsebahu, mukamuram duduk lesu di atas sepeda motor mulutnya pasung suara pasung kata kepala tertekuk, pikiran kembara pada ubin abuabu pos ronda pemuda rambutpendek, mukabiasa duduk tenang di pagartembok separo mulutnya biarkan beberapakata melata matanya bersitatap dengan kendaraan di perempatan babarsari satu dua orang lewat melihat sesaat entah apa yang menarik mata mereka apa pula tanya lintasi alurgangbenak menanti apasiapa atau beristirahat saja mungkin tengah terjadi cidera cinta tek! tek! tek! "mas siomay!" panggil sang gadis wajahnya berubah cerah "abang mau siomay juga?" pemuda itu mengangguk bekusuasana seketika cairsumringah airmuka sepasang manusia membuncah segera itu turun dari duduk mereka sambut penjual siomay berbelok datang dengan sepeda onthel berkarat dan kotak siomay di goncengan belakang : barangkali pertarungan rasa butuh rehat *** babarsariyogya, 29 maret 2004 Sajak Setelah Suatu Sua Sore 1. nyanyian pelangi senandung seroja tangisan tahuntahun kemarau mengerubungi bangkai jambumonyet kau hanya tersenyum, dinda seperti rembulan malammalam lampau mungkin esai album itu lucu para pelakonnya pelawak lugu 2. ada yang hendak melukis pelangi di kanvas langit kelam nan pekat tapi kau tersenyum kembali, dinda seakan lecehkan kehendak pelukis itu kita tak sedang bedah euforia, utopi fatamorgana, scotopicvision, serpihanmimpi terpungut dari bibir bantal, rambut selimut telapak sprei, pangkuan kasur debu lampu, debu bulan tadi malam kita cuma ingin berbagi cerita di palungpelangi dari sketsa airmatalangit tentang pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler kampung halaman, keluarga, kawankawan tentang sikap pikiran, perasaan terhadap sesuatu sesungguhnya di balik mata, diantara pandanganpandangan menarik uratleher sampai ujungujung bibir melengkung, melebar, memamerkan gigimu seperti milik gadis iklan pastagigi remaja rambutmu luruslembut pun bergeraigerai seperti milik gadis iklan shampo hingga mentari barat tergoda mengendapendap ia di sela dedaun rambutan kita tertawakan mentari dengan buat ibarat mungkin ia lakilaki yang jarang jumpa bidadari atau justru bosan pada bidadari ituitu melulu mungkin ia mencari variasi atau baru kali ini temukan anakmanusia yang seperti dirimu, o alangkah aduhaimu aku berpurbasangka pada mentari itu ia selalu tak puas nikmati pesona wanita kala munculnya di timur ia pandangi wanita dewasa tergesagesa ke pasar wanita belia bergegas ke sekolah wanitawanita lainnya ukir karier hingga hendak berpamit di pintubarat ia sempatkan matanya mengintip wanitawanita di pekarangan rumah wanitawanita mandi di sungaisungai aku bisa paham setitik dirinya yang selalu sengaja panasi perasaanku agar cemburuku mendidih sampai meledak dada dan kepala dalam raungan singa terluka mungkin kali ini ia memang terkesima padamu, dinda, pada lesung pipitmu yang mengukir pipi mulusmu ketika senyummu jelma penapahatnya tapi bagaimana tentang getaran rasa? bagaimana dengan gelegak kalbu? apakah kita saling beri benihbenih itu? apakah kita kembali ke masa anakbarugede? senyum kita sengaja sembunyikan katakunci diantara lalulintas orangorang nikmati sisa hari sebelum azan magrib panggil mereka pulang dengan kerikil batuesteh terkapar di gelas kita 3. untuk segalasesuatu ada waktunya berbagi cerita tak harus jadi antologi jumpa biarkan waktu lakukan tugasnya kita berdua melangkah pada garisnya tanpa buruburu bukakan peta masingmasing waktu masih memberi ruang pada kita, dinda *** babarsariyogya, 28 maret 2004 Sajak Gelap Angkasaku simpan rembulannya Gemintang sembunyi ke mana Lampu mutakhir sering sirna Hanya rindu kujadikan dian Terangi kakirasaku cari senyummu Di balik bayangan merahjambu : Senyummu terhalang halimun *** Babarsariyogya, 2004 Sajak untuk Seorang Gadis Manis parasmu Indah rambutmu Sentuh rasaku Di bawah matahari Juga bulansabit ini Gelisah kutaruh kakihati Santun sikapmu Riang gerakmu Getarkan kalbuku Di bawah lampubiru Juga langit merahjambu Kuingat masa remajaku : Senyummu hiasi pelangiku *** Babarsariyogya, 26 maret 2004 Cinta Bisa Apa : untuk Lis Ang. cinta bisa mencipta: banjirairmata danaudarah bentengbaja semangatbara berjutamimpi damaisejati tenteramnurani mencipta lainnya? mungkinmungkin saja *** babarsariyogya, 26 maret 2004 Angka Almanak : 28 maret Duapuluhdelapan Suatu bilangan Dalam tanggalan Angka angker Angan keblinger Lukisan lumer Duapuluhdelapan Berpeluh dalam dekapan Berkeluh rajam ungkapan Angka tertinggal Angan terjegal Lukisan totalgagal *** babarsariyogya, 28 maret 2004 Apakah itu Cinta? Ketika suatu cinta seumur selera syahwat, Maka saat jenuh, cinta ditinggal minggat Mungkin kawin lagi, selingkuh, pegat Dingin, cekcok pun tak bisa terlewat Apakah itu cinta bermartabat? *** babarsariyogya, 18 maret 2004 Cintamu Meremukkanku : untuk bakal kekasihku 1 Jiwaku makin membubung, melambung Tinggi lampaui gedunggedung jangkung Hendak mengatasi cakrawala lapang Menandingi bintanggemintang Biarlah angin menebang luapan jiwaku Biarlah hujan menumbangkannya Membantingnya keraskeras Terhempaslah di bebatuan karang Pecah pecahlah mata yang memicing Dagu yang mendongak Dada yang membusung Pecah pecahlah jiwa berkepingkeping 2 Jiwa yang kususun dari kayu dan jerami Satu per satu menjulang jadi menara Hendak menusuk langit ungumu Menertawai kedukaan para seteru Kini runtuhlah menara, luruhlah jiwaku Cintamu membadai, hancurkan pongahku Leburlah mimpi, berserakanlah ambisi Badai cintamu telah tega membantainya 3 O cintamu kautiupkan pada paruparuku Gerayangi jantungku, memompa kehidupan O cintamu mengalir ke seluruh pembuluhnadi Sadarkan remukredam jiwaku di tamanmu O cintamu memantik matahari dan rembulan Terangi kakihatiku mengembara tuju cintamu yang sekilas kusangka fatamorgana belaka Kian nyata cintamu tatkala aku melupamu ******* Babarsariyogya, januarimaret 2004 Masih Kuputar Lagu Itu : untuk bakal kekasihku Terus kuputar lagu simply red You make me feel brand new Yang membuatku terlena Pada bayangan dirimu, sayang God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Kuhidupkan bayangmu, sayang Seperti dalam sebuah fiksiku Kau kian mewujud perempuanku Cairkan beku dalam sepi imajiku Mari bersamaku kita dengarkan Lagu itu, lagu karenamu, sayang Harihariku ‘kan selalu terasa baru Lupakan masalalu kelabu berhantu God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Aku suka refren itu, sayangku Tak bosan kudengarkan saban saat Tak puas kuteguk dalam renungku Keberadaanmu jelma kebaikan itu Kaubuat aku ingin bernyanyi Menarinari bergirang riang hatiku Kaubuat aku ingin berpuisi Mencandai kata mencumbui hatimu God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Sungguh, ku tak ingin kau pergi lagi Seperti bebayangangin gelap masa silap Membekapku sekejap senyap lenyap Kesendirian yang ku tak pernah mengerti Bukankah Allah ciptakan kita berpasangan? Berpasangan pulalah kita berlayar, sayang Di samudera kehidupan berbadai Airmata, ingus, keringat, darah Amarah, tawa, bisikan, belaian, kecupan Berpasangan kita berpelukan Berbagi gelisah, berbagi bahagia Sedusedanmu adalah milikku Sukacitamu adalah milikku juga God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Tak ‘kan kubiarkan jamurkhianat hidup Tumbuh menjadi sebilah belati berkarat Menyelinap di balik lipatan dasterbirumu Menikam punggung ketulusan hatimu Pengkhianatan adalah laknat Pengkhianatan adalah penghujatan Menghujat akad pernikahan Menghujat Nama Maha Suci Maha Cinta God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Tak akan, sayangku, tak akan kuberkhianat! Kaulah pasanganku dalam pelayaran ini Akulah nahkoda, kaulah navigatorku Tanpamu kapallayar ini pasti tersasar Berpasangan kita terus arungi samudera Tiada pelabuhan lain yang ‘kan kusinggahi Dirimu telah ada, duhai dermaga hatiku Kucinta, kujaga, kupertahankan adamu God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Bukankah adamu adalah anugerah terindah? Bukankah kaulah puncak keindahan ciptaan-Nya? Bukankah keindahanmu selalu hiasi harihariku? Bukankah keindahan tidak melulu kemolekan? Kaulah muara sungaisungai kasihsayangku Sebelum kemudian kausebarkan ke lautan Derai canda, suka, duka, citacita anakanak kita Yang selanjutnya pergi bersama mimpi mereka God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Kelak kita berdua lagi, ukir sisasisa usia Hingga di antara kita pun harus pergi pula Nikmati perjamuan raya cintakasih Ilahi Sempurnakan cintasejati kita di bumi Akhirnya di antara kita seduh sunyi sendiri Sembari menyulam busana iman nan suci Untuk siap songsong Sang Maha Cinta Yang telah lama nunggu di gerbang baka : Diberkatilah kau dalam Kasihsayang-Nya ******* babarsariyogya, 16 maret 2004 Kecupan Cinta Ada sebuah cintakasih Seperti kecupan yudas iskariot Di taman getsemani ******* babarsariyogya, 13 maret 2004 Bianglala Terbanting Barangkali kamu ingat tentang Kesukaanmu melukis warnawarni Pada kanvas pucatpasi, pada pekat Kelam langit melarutkan rembulan Terbit semburatkan busur bianglala Dari dasar sanubari bertabur rindu Barangkali kamu ingat tentang Bianglala sebagai jembatan rindu Rindumu padaku, rinduku padamu Rindu kita melintasi liangpanjang Bertemu dan bercumbu dalam Bentang lengang kembara kakikita Barangkali kamu ingat tentang Keinginanmu bingkaikan bianglala Pada ujung jarumjarumjam jengkali Jenjang tangkai teratai renangi laut Berselimut kabut butakan bebayang Junjungkayulapuk batangsahang Barangkali jemari lelah lingkari Almanak, memeta jalan lupa pada Bintang gemintang terbanting dari Ranting cemara menderaiderai lara Membuang bianglala dalam jurang Keheningan antara kamu dan aku Barangkali bukan salah bianglala Melainkan kelalaian hati belaka * * * bumiimaji, 200 agustinus sisipkan jam 3:37 AM. Wednesday, February 04, 2004
Sajak Kesunyian
malam ini dulu pun begini kala cinta pergi tanpa sudi kembali lenyap canda sesak dada tulang tiada cairlah semua mengalir ke manamana membanjir di manamana malam ini tak’kan ada lagi bayang dirimu menari nyanyian jelma angin membisu dingin menyerbu, rasa kian beku : malam bukan untuk matahari ******* babarsariyogya, 2 september 2003 agustinus sisipkan jam 5:45 AM. Sunday, January 18, 2004
Ketika Aku Telah Sendiri
Gerimis senja tinggal tetes sisa Tergelincir dari lekuk daun mangga Menimpa ujung juntai daun pandan Bergulir perlahan di sela jemariku Menyentuh hurufhuruf lelap Terbuai lagu kelompok simply red You make me feel brand new Ketika aku telah sendiri saat ini Ketika mendengarkannya seorang diri Sembari berandai mendekap bayangan Lagu yang syahdu mengalun merdu Seperti katanya, Aku tak'kan pernah temukan katakata `tuk ungkapkan bagaimana yang kurasa Ketika jejak hanya sepasang tapak Telapak kaki telanjang di pinggang pulau Melangkah dengan lantunan lagu Laksana pemimpi sepi yang mengigau, Hanya kamu yang peduli Ketika aku membutuhkan seorang teman Dan lagu ini untukmu Hatiku bergetar saat lirik sampai pada: God bless you You make me feel brand new For God blessed me with you You make me feel brand new I sing this song 'cause you Make me feel brand new Mungkin engkau tersenyum, angin Melihat bibirku meracau syairnya Entah untuk siapa kukirim lagu ini Tanpamu, Hidupku tiada arti, tiada rima Tanpa arti, kecuali lagu ini sendiri Tapi, biarlah untuk sunyi aku menyanyi * * * * * * * bumiimaji, 16 januari 2004 agustinus sisipkan jam 8:35 PM. Saturday, January 10, 2004
Memang Aku Pernah Sangat Mencintaimu
memang aku pernah sangat mencintaimu namun sayang sekali sungguh disayang aku lupadiri, lupa pakaimataku lupa lihat diriku lalai lihat dirimu dalam dekapku engkau berulah kepakkepakmu terlalu ingin bebas bebas terbang dekapku yang kendor karena kusayangi kepakkepakmu yang cantik engkau malah melentik, lepasi diri merdeka mengepak sayapmu terbang terbang terbang terbang ke angkasa seperti dahulu bersama kawananmu mencari apa sesukahatimu menebar pesonawarnawarni mencandu pujapuji merindu merdu desahandesahanbuluh seperti sebelum engkau singgah di jendelaku, menyapa sepiku mengajakku mencari keemasan senja menyeretku ke lengkungcembung pelangi aku kini menatapmu sepintas saja engkau terus menarinari, menggirangi diri masih seperti dahulu, belum berubah bermimpi kembali seperti pascakepompong aku beralih pandangi panorama kebunkebun kelapasawit yang subur kebunkebun sahang siappanen kapalkapal nelayan hilirmudik pantaipantai yang permai kolongkolong timah yang nganga gedunggedung burungwalet menjulang panjipanji serumpunsebalai bangunanbangunan kolonial rumahrumahpanggung di sini aku tetap setia pada tapakkakiku, pada bumiimaji yang jendelanya telah kututup agar tak diserbu deruderu debu yang menyasarkan tualang kupukupu bersayap melati dan belati ada doa untukmu, juga untuk kupukupu jingga sepertimu, janganlah pernah kembali, jangan datang lagi hinggap, bertelur dan menetaskan ulatulat dalam buahhatiku ini seperti dahulu dan aku mengampuni dan memaklumimu, sebab engkau hanyalah kupukupu hanya kupukupu kupukupu * * * * * * * bumiimaji, 10 januari 2004 agustinus sisipkan jam 5:45 AM. Sebutir Jambu Monyet
Sebutir jambu monyet j a t u h menimpa tanah basah januari sebutir jambu monyet bergeming hening bening bertapa seolah beku sebutir jambu monyet berisi ulat hidup tumbuh berkembang menjadi kepompong menggelinjang mengoyak selaputnya lalu terbang ke angkasa terbang ke angkasa terbang ke angkasa tinggi tinggi tinggi tinggi sekali sebagai kupukupu kuning sekuning kulit jambu monyet berlumur senja seorang pria terbangun dari mabuknya akibat terlalu banyak minum jus jambu monyet jambu monyet dari sisasisa pesta para codot yang mengembara di selasela bungabunga pria itu mengusap keningnya mengusap lampu yang bening mengais sinar yang bisa menasihati dari rubuhjiwa yang pernah membiusnya pria itu menatap ke jendela kayu lapuknya pijar fajar berkejaran diantara bayang pepohonan bergoyang, bergirang digelitik angin pagi yang juga berdansa bersama kupukupu kuning di kelopak mawar kelabu yang digerogoti kumbang ada kantata prenjak yang mengajaknya menyimpuh ruh menyujud hati menyejuk jiwa menyanggah raga pria itu pun tersungkur dengan sekuntum senyum tenteramlah, nyamanlah, damailah bersama Tuhan Yang Maha Baik Yang Maha Adil Yang Maha Kasih Yang Maha Setia merengkuh tubuhnya dengan sepenuh cinta-Nya “jangan tangisi jambu monyet yang busuk. sebab kamu akan dapatkan madu kehidupan suatu saat, tepat pada waktunya,” bisik angin yang pernah menyelinap di ketiak kepak kupukupukuning * * * * * * * bumiimaji, 10 januari 2004 agustinus sisipkan jam 5:43 AM. Friday, December 26, 2003
Hujan Rindu *
Rindu mengguyur rumahku Deras mengipas rasaku Rinduku milikmu Rasaku padamu * * * * * * * babarsari, 25 desember 2003 *) maaf, bukan maksud meniru lagu “Hujan Rinduku”-nya Harry Mukti agustinus sisipkan jam 1:14 AM. Tuesday, December 23, 2003
Imaji Jangan Pergi
rintik cair menggiring rinduku menuju ruang renungmu i cried a tear you wiped it dry i was confused you cleared my mind i sold my soul you bought it for me and held me up and gave me dignity pintumu belum utuh menganga anne murray telah menyapa rasaku you gave me strength to stand alone again to face the world out on my own again you put me high upon a pedestal so high that i could almost see eternity aku melihat dirimu masih seperti dulu menyanyikan itu, bukan murai berkicau and i can’t believe it’s you i can’t believe it’s true i needed you and you where there and i’ll never leave why should I leave i’d be a fool ‘cause i’ve finally found aku selalu terpukau pada pesonamu segenap diriku terpaku pada cintamu you held my hand when it was cold when i was lost you took me home you gave me hope when i was at the end and turned my lies back into truth again lengkung pelangi melingkupi langitku menjadi jembatan yang mempertemukan bayangku dengan bayangmu sayangku dengan sayangmu kita bernyanyi kita bercanda kita berdebat kita berdansa aku tak ingin pergi aku tak ingin engkau pergi meski itu hanya imaji * * * * * * * bumiimaji, 23 desember 2003 agustinus sisipkan jam 11:41 PM. Aku Masih Di Sini
dan aku masih di sini sendiri bikin ilustrasi melalui puisi tentang kekasih ******* bumiimaji, 23 desember 2003 agustinus sisipkan jam 11:41 PM. Engkau dan Rindu
Hingga matahari masih melayang di angkasa seperti kemarin aku melihatmu duduk dekat jendela sembari menatap perahu-perahu hilir-mudik mempermainkan lapangan biru nun sampai batas cakrawala. Angin mempermainkan anak-anak rambutmu. Tatapanmu tak bergeming. Bibirmu beku. Hanya pikiranmu yang telah berlabuh pada perahu di sana, meski perasaanmu terjerat jarak terbentang samudera. Dan, aku menemukan remah-remah rindumu yang berserakan di sekitar pelupuk matamu. Rindu. Rindu adalah perasaan purba manusia yang tetap indah dalam keheningan dan kesepian kita. Rindu yang entah pada apa, pada siapa. Seperti rindumu pada kantata katak di telaga pematang sawah. Seperti rindumu pada kerumunan bangau membagi wilayah dan jarahan. Seperti rindumu pada pemandian terbuka yang selalu ramai manakala matahari mulai keletihan. Seperti rindumu pada belaian nenek ketika purnama hinggap di atap rumah. Seperti ribuan rindu yang pernah engkau kisahkan padaku. Rindu dan perahu. Rindu dan negeri saujana. Rindu dan sanak saudara. Rindu. Oh rindu. Engkau membiarkan rindu silih berganti menari di langit, samudera, mercu suar, layar-layar kapal, kepak-kepak camar, bingkai jendela. Rindu begitu bersemangat menggodai jiwamu, merayu ragamu. Sepoi-sepoi ia mengipasimu. Sayup-sayup ia membisikimu. Jiwamu yang lelah berangsur segar. Ragamu yang layu beranjak tegak. Aku tertegun. Ada apa ini? . Terlambat! Engkau sudah terbang dari liang jendela yang terletak di lantai tujuh ini. Tinggal aku sendiri, senyap, menanti saat-saat engkau kembali dengan membawa kelimpahan kulit rindu yang buahnya telah engkau habiskan bersama mereka-mereka yang menyulam benang-benang matahari menjadi sayap-sayap kasihsayangmu. ******* bumiimaji, 19 desember 2003 agustinus sisipkan jam 11:39 PM. Rasaku Masih Basah
Rambutmu masih begitu mesra mengusap pipiku Suaramu masih begitu syahdu membelai kalbuku Merindukanmu adalah menghirup saripati udara Mengisi kesepian paruparu sampai penuh hariku : rasaku masih basah oleh airmata dan keringatmu * * * * * * * 23 desember 2003 agustinus sisipkan jam 11:38 PM. Sampai Kapan Semaikan Kata
Lama jemariku memahami makna jemarimu memahat kata kata pada layarkaca pada matabaca. Kata tertatah tak tahu kelak tertatih tak tentu. Kata kata terjejak tak kuinjak tapi sejenak kujelajahi sejarah ataukah sebuah ambigu tergantung di ujung mendung. Lama mataku memamah maksud kalimat pada dawai dawai kecapi melantun kidung puisi mungkin dramaturgi mungkin elegi melankoli mungkin apa lagi. Lagu lagu meragu gulana nada nada datar dan dalam lampion membias sinar sebar spektra Lama kalbuku membedah metafora semiotika dari katasunyi katabunyi bersilangselisih bertumpangtindih bersama sejuta tanya tanpa tadah jawab. Tak ada dasar kusangsi sebab seluruh sanubariku telah kuserahkan pada porselin hatimu. : sampai kapan ******* babarsariyogya, 18 oktober 2003 agustinus sisipkan jam 11:38 PM. Tuesday, December 16, 2003
Selembar Pelangi
Selembar pelangi terselip di sela mimpiku Aku tidak tahu bagaimana ia bisa tersesat di situ Seingatku usai hujan aku mendongak kepala Memandang angkasa dengan mulut melongo Selembar pelangi melayang pada bayangmu Kamu memang sering mengundangnya Aku tentu ingat saat kamu menyapanya Melambai dan membingkainya dengan teratai Selembar pelangi berceloteh tentang senja Kita tersentak dengan seluruh muka merah Bumi tahu bahwa hati terlingkari emasnya Membuat alam semesta cemburu pada debu ******* bumiimaji, 14 desember 2003 agustinus sisipkan jam 11:43 PM. Sajak ini Anakku
engkau adalah anakku meski kami telah pergi tak satu lagi engkau adalah anakku meski tetangga telah tahu sejak pernikahan senja engkau adalah anakku meski kelak engkau sendiri tanpa latar belakang apa apa *** babarsariyogya, 30 september 2003 agustinus sisipkan jam 11:42 PM. SEPERTI KATAMU
seperti katamu, kita tak bisa cipta cinta kecuali mengolah karena cinta itu anugerah seperti katamu, cinta bukan nafsu nafsu bukan cinta tetapi dirancububarkan seperti katamu, nafsu itu sepucuk sumbu menyerap minyak egoisme siap menggelorakan birahi seperti katamu, api neraka memiliki lidah menjulurngawur, menjilatliar di selasela sumbusumbu nafsu seperti katamu, sumbu yang keliru akan mudah disambar api neraka terbakar raga, berangus batin seperti katamu, dari setepis api sulutkan berahi meluluhlantakkan budinurani hingga berhenti buyarkan arti seperti katamu, semua sesakkan dada sesali diri reda gemuruhriuhnya mengebiri riang matahari seperti katamu: hatihati main api! *** babarsariyogya, 9 juli 2003 agustinus sisipkan jam 11:42 PM. Puncak Pelangi
maka kita mendaki puncak lengkung pelangi terengahengah berpelukan peluh meluruh layar legam membentang suram cekam menenggelamkan jejakjejak kita rupanya kamu lebih lincah, lebih lihai “aku kan mantan jagoan panjat tebing,” katamu tanpa perlu ditambahi gelargelar gemilang yang pernah kamu kantongi di saku masa lalu benar. aku cuma bisa menatap telapak sepatumu lalu lenyap lahirlah langit lapang direnangi awan gemawan dan burung elang kamu telah tiba di puncak duluan tibatiba tanganmu menjulur ah, betapa aku malu berangkatnya bareng tetapi kamu sampai duluan ah, betulbetul aku malu “aku sudah ambil ancangancang sebelum cinta datang,” katamu seraya memagut maluku dengan senyummu terang saja aku tersipusipu sebab aku kalah namun kamu justru memberiku fajar di bibirmu itu berdua kita berdiri di puncak lengkung pelangi angin menerjangnerjang tubuh kita menyusupi jaket kulit biribiri, meniupi poripori kita tidak peduli. telanjur tiba di tujuan kita layangkan pandangan pada panorama hal yang selanjutnya mencengangkan rupanya di manamana ditumbuhi lengkung pelangi di puncaknya banyak orang bercengkerama : kebahagiaan adalah hak segala manusia ******* babarsariyogya, 18 juli 2003 agustinus sisipkan jam 11:40 PM. Cahaya Cinta
biarlah cinta bercahaya sinari jejalan hati percaya *** babarsari, 19 oktober 2003 agustinus sisipkan jam 11:39 PM. Kubuka Kembali Album Kita
I senang selalu kukenang perbincangan kita perihal hantu menggerayangi kanvasmu di kerlapkerlip lampu mercusuar perlahan kita buka lembar kisah usang masamasa kanak renangi pelaminan, harapan di bawah rindang reranting jambu monyet kita petik dua buah jambu monyet sambil kupandangi gerairambutmu di lereng lentur punggungmu kita apakan jambu monyet ini? tanyamu kita buatkan jus saja, lebih sedap rasanya di sekujur lidah selain buah biasa jus jambu monyet masih menggenangi gelas kita gelakcandai sunyi mengangkangi jarak di ujung jubah senja hingga telapak pelangi II tokohkarikaturku menjulurkan tangan menyentuh kelopak bunga sepatumu di galeri seni kita sembunyikan kupetik lirih senar gitar akustikku kamu belai dengan dawaidawai zitermu di kala kita tumbangkan tembang sungsang kalbu kita kian syahdu oleh simfoni no.9 juga venniamore, opus, pianotrio, sonetapiano di relung operasanubari kita cd playermu terus meliukkan nyala lilin saat kita menikmati panorama lampu kota di sesi makan malam pertama itu III suaramu renyah mengunyah fajar semarakkan senandung burung gereja di celah jendela kamar kita prenjak ajak kita jelajahi lintasan matahari berlari merambahi lembah hampa di gelora gelombang laut dan layar monitor kubisikkan kasih kamu katakan sayang di hamparan kata cinta berhamburan kugenggam jemarilentikmu tenggelamkan segenap perasaanku di dasar telaga hatimu anne murai menggamit genggaman kita biarkan kita berdansa, hidupkan asa di buaian lagu you needed me merdu maka kita bangun bahtera asmara dengan seikat sajak kusulam, kulingkarkan di jari manismu sebelah kanan IV sudah berapa waktu bukan kanak lagi *) kita bersulang wine, singkirkan jus itu di naungan kepakkepak kelelawar matahari dan rembulan berloncatan kita tidak bisa lagi terus bergelayut di kerapuhan reranting jambu monyet mari kita panjati setangkai mawarputih pemberian ibu sejak kita masih hijau di belantara katakata para pujangga aduh! kita masingmasing tertusuk duri batang mawar memang berduri, sayang di manamana selalu saja begitu getahmerah menghasut tutstuts pianomu siapkan requiem amadeus mozart di sela sisa nyanyian burung gagak jangan mainkan lagu itu! teriak seseorang kita saling menoleh dengan ingus meleleh di liangluka milik masalalu kelabu V album kenangan ini masih panjang dan akan terus menggelinjang di pesisir kerinduanku padamu ******** babarsariyogya, 17 juli 2003 *) dicuplik dari “Derai-Derai Cemara” karya Chairil Anwar agustinus sisipkan jam 11:39 PM. Istriku Menangisi Cumburayumu
istriku menangis pilu waktu kau memberondongku dengan mesiu cumburayu juga kau bilang pada istriku kau akan menunggu takjemu tangis istriku mengiris hati kau malah tertawa tertatihtatih : nyaris kugoreng kuping suamimu ******* babarsariyogya, 06/05/2003 agustinus sisipkan jam 11:38 PM. SANJUNG (1)
Gadis putih bergaun merah, aku ingin menyanjungmu tinggi melebihi bintang gemintang angkasa melebihi jutaan galaksi dan fantasi Mungkin bagimu aku ini hiperbolis mendramatisir segelintir realitas untuk sekadar merayu pucuk-pucuk mawar agar menjatuhkan kelopak di tengadah tanah Mungkin bagimu aku ini sedang mimpi tenggelam dalam dasar samudera ilusi untuk sekadar menyentuh sulur-sulur emosi supaya sudi menyambut lambaian hatiku Aku tidak sedang meninggikan dirimu dengan cara merendahkan langit atasmu Juga aku tidak mau menyeretmu kepada kepongahan milik sebagian besar penghuni alam raya ini dengan kearifan membungkus kemunafikan dengan pengabdian membungkus penjilatan : engkau tercipta dalam puncak sanjungan *** Jogjakarta, 24 November 2001 agustinus sisipkan jam 11:38 PM. SANJUNG (2)
Gadis putih bergaun merah, setiap kau datang atau aku mencarimu selalu aku tak hendak jumpa sejenak untuk dapat menikmati birunya langit di atasmu membungkus langit rinduku di dalam hatimu, dapat kulihat sebuah taman aneka bunga nan indah pepohonan subur serba merah jambu danau kecil dengan air tenang nan syahdu bening seraya memeluk ikan-ikan koi ada air mancur segar nan jernih mengambang kembang-bentang teratai sebuah kursi antik artistik, bersih menanti namun engkau memanipulasinya katamu, taman itu hanyalah kebun bijur dicat warna-warni dan berawa-rawa liar dikelilingi batang kering kerontang dan berair mancur memuntahkan angin gersang Ah, engkau merendahkan diri dengan menawarkan ketidakjujuran padahal aku memang menyanjungmu akibat realitas estetika itu *** Jogjakarta, 24 November 2001 agustinus sisipkan jam 11:37 PM. Sunday, November 30, 2003
KEKASIH KUDAMBA
Yang kusuka darimu, kekasih : perhiasanmu yang bukan rambut sutera, bukan rupa indah bola mata bukan liku-liku berkata-kata bukan leher jenjang berkalung permata, bukan kemolekan sia-sia nan fana bukan gaun anggun seorang permaisuri raja : perhiasanmu yang ialah insan batiniah yang tersembunyi sebuah mutiara kehidupan yang abadi, sebuah kelemahlembutan yang menentramkan seperti sentuhan sukacita seorang bayi mungil seperti riak-riak yang membelai pantai seperti kesejukan tiang awan di sahara membara ***** Jogjakarta, Maret 2000 agustinus sisipkan jam 1:32 AM. Friday, November 21, 2003
Kata Terakhir
tamat ***** Babarsari Yogyakarta, 21 November 2003 agustinus sisipkan jam 8:44 AM. Monday, November 17, 2003
Cuma Cinta
cintaku padamu sederhana rinduku padamu bersahaja tanpa bumbu dekorasi semu bujuk rayu tipu tipu aku cinta padamu cuma itu ******* babarsariyogya, 3 april 2003 agustinus sisipkan jam 2:37 AM.
Aku Tak Punya Puisi Untukmu aku tak punya puisi untukmu bersamamu adalah puisi itu berpisah juga ialah puisiku *** babarsariyogya, februari 2003 agustinus sisipkan jam 2:36 AM. Dari Diam Jadi Puisi
satu hari lampau terhalau sunyibunyi dilanda desau ruang dada tampung galau denting waktu mengigau aku menggali perigi sepi mencari sumber inspirasi dari renyah senyum mentari di sisi bibir mimpi wahai pengantin kecilku masih kau sulam bait lagu mengalun lembut syahdu dengan benang emas rindu aku masih mengais makna menimbun ranahranah tanya pada gerai rambut pesona yang menyimpan rahasia ******* babarsariyogya, 10 april 2003 agustinus sisipkan jam 2:36 AM. CINTA
I atasnama cinta kita lakukan apa saja : cinta jadi korbannya II kuberikan cintaku demi menggenggam cintamu : oh, aku bersalah pada cinta *** 2000 agustinus sisipkan jam 2:35 AM. O Rindu I rindu tak pernah sirna pada tiap lubuk jiwa manusia di mana pun ia berada dan sembunyi di ketiak keramaian keringat persoalan hidup seharihari bagai oase bahkan fatamorgana di padang kehidupan yang melulu berisi ambisi dan ambigu. aku tidak melarang rindu menggebugebu pagisiangsenjamalamdini tiada henti barang sedetik pun sebab memang rindu bisa tibatiba muncul seketika tatkala kapan saja. aku tak menghambat kereta rindu menjemput siapa saja menuju asa yang telah menggumuli lantas membius hasrat masing-masing jiwa dan membawa berkelana sembari bercengkrama dengan citacita apa saja. rindu itu milik kita. II dengarlah dengarlah degup rinduku dengarlah dengarlah degup gebu rinduku dengarlah dengarlah degup gebu deru rinduku dengarlah dengarlah degup gebu deru pacu rinduku dengarlah dengarlah degup gebu deru pacu laju rinduku dengarlah sampai tak terdengar rindunya rinduku rindu hanya padamu III malam itu kau datang mengambil lagi rindu yang pernah kau jadikan baju tidurku sampai aku menggigil kedinginan dalam dasar telaga kisah yang melahapku IV rinduku mengeras kaku menjadi sebujur kayu sebentar akan lapuk kuyu V rinduku padamu hanya celoteh mimpiku VI rinduku padamu hanya omelan hasratku VII rindu telah menyerbu tidurku semalam merampas kenanganku menduduki sendi-sendiku VIII kubentang lembaran hatiku ketika denting porselin tiba menjadi gempita kata berkisah pada cinta kusimpan semua pada jiwa kusiapkan pena rasa mulai menggarisgaris asa mempertemukan semuamua ah, kau tak lihat rupanya membentuk rancang bangun suatu arsitektur rindu tapi tak menyatu menuju nafsu *** babarsarijogja, 20 februari 2002 agustinus sisipkan jam 2:34 AM. Thursday, December 19, 2002
Ini Bukan Sajak Terbaik Untukmu
aku tak lihai rangkai kata rayu dirimu berpuluh bulan kususun hurufhuruf madu kutenun sembari memanterai awan biru selalu aku tak lihai rajut kata cumbuimu aku tak lihai rangkai kata rayu dirimu orang-orang ajari aku menyusun rindu satu kata cinta adalah mutiara seribu selalu aku tak lihai sulam kata cumbuimu ******* babarsariyogya, 16 desember 2002 agustinus sisipkan jam 12:11 PM. Ijinkan Aku Mencintaimu ijinkanlah aku mencintaimu selama hatiku suka bernyanyi riang hati sampai kutemui pelabuhan hayat tak bertepi, bukan mencacimakimu, meski aku hanyalah laki-laki yang paling kaubenci di antara lelaki yang paling kaukagumi di bumi ini ijinkanlah aku mencintaimu mohon ijinkan aku. tapi, laranglah aku membencimu sekalipun cinta yang kubingkiskan telah kau injakcampak tak berperi laranglah aku membencimu mohon laranglah aku. ******* babarsariyogya, april 2002 agustinus sisipkan jam 12:07 PM. Aku Tawanan Cinta
dia menyerbu di pagi buta menduduki hatiku dan bertahta diriku tak berdaya, ia mencipta : aku tawanan cinta Jogja, Juli 2001 agustinus sisipkan jam 12:05 PM. Jangan Percumakan Cinta
jangan percumakan cinta putihmu, Gadis padaku tak ada lagi pundi rasa dan asa lenyap merayap senyap menyergap mengeringi jiwa sampai tempo panjang jangan percumakan cinta putihmu, Gadis padaku hanya ada gurun manyun terik surya berduyunduyun meraupi sepenggal sepi tak mungkin gempita jangan percumakan cinta putihmu, Gadis padaku kosong telah mati rasa sepelita tak tersisa pijakan apapun labuhan sejarah pun kuenyahkan gelisahnya jangan percumakan cinta putihmu, Gadis jangan percumakan cita di mukamu, Gadis jangan percumakan sisa asamu, Gadis jangan percumakan sisa usiamu, Gadis ******* babarsariyogya, 13 agustus 2002 agustinus sisipkan jam 12:03 PM.
Menunggu Ragu bebintang menggantung di angkasa kata kaubiarkan asaku mengapung tanpa jeda *** babarsariyogya, 7 desember 2002 agustinus sisipkan jam 12:02 PM. Wednesday, December 18, 2002
Gadis Dan Kesetiaan
gadis itu menyelipkan bunga dalam mimpi semalam sewaktu angkasa terpejam gadis itu menyelipkan cinta dalam igauan tadi pagi ketika fajar enggan berpijar gadis itu menyelipkan asa dalam dengkur tidur sampai ayam meninggalkan senja gadis itu menyelipkan kerinduan pada ketidakpastian kesetiaan itu bersinar tanpa matahari *** babarsariyogya, juni 2001 agustinus sisipkan jam 3:24 AM. Punah Cinta
tak'kan kuhujat sepi meski kau sayat hati *** babarsariyogya, 27 agustus 2002 agustinus sisipkan jam 3:23 AM. Kukuburkan Mawarmu
menyimpan mawar katamu dalam hati bunga cantik nan elok sungguh mati deduri menusuknusuk perih leluka menganganganga pedih menimang mawar senyummu dalam kenang terpajang baitbait kitab tua di rak lapuk panjang kelopak segar, layu, busuk, kerontang ingatkan aku pada buahbuah perang mendengar mawar suaramu menciumi telinga terbayang negeri jauh dipenuhi para penjaga merdu, serak, sengau, bising, membara masih terus mengembara di tingkap udara menggambar mawar rupamu di pentas kanvas berkhayal buncahdarah menjadi panorama cemas garis elastis, bentuk, warna, latar, pantas dalam seling tawa kecoak, tikus dan kopi panas membaringkan mawar ragamu di tikar pandan tiada tangis meringis bertaburan sedusedan masa lalu, masa kini, masa depan berakhir dalam lembab lubang kuburan *** 2000 agustinus sisipkan jam 3:22 AM. |
Cinta Kasih Sayang Cinta berlalu di depan kita, Agenda Kencan Fajar : Jogging Berdua Kapan bikin puisinya? Lingkar Karyaku Sajak Serius Karya Kawanku Nanang Suryadi Kerumunan Karya Panggung Sastra kesan & Pesan
Tukang Bongkar-Pasang
Agustinus "Onoy" Wahyono PERINGATAN Silakan menjiplak dan/atau menggandakan dengan menyebutkan sumbernya. Emailku: sayawahyono@yahoo.com. |
|||